CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Kelurahan Cikerai, Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon, tengah mengembangkan wisata Kampung Anggur di Lingkungan Pasirangin, RW 6, Kelurahan Cikerai.
Kelurahan Cikerai sendiri merupakan salah satu wilayah yang berada di daratan tinggi di Kota Cilegon. Selain itu, mayoritas masyarakat Cikerai masih mengandalkan lahan kosong untuk dimanfaatkan bercocok tanam.
Lurah Cikerai, Imamah, menyatakan bahwa memilih buah anggur sebagai agro wisata Kampung Anggur lantaran menanam pohon anggur tidak memerlukan lahan luas, cukup di pekarangan rumah sudah bisa menanam anggur sampai berbuah.
Tanaman anggur juga memiliki masa panen jangka panjang, yakni selama 20 tahun sekali tanam.
Ia menyebut, potensi wisata di Kelurahan Cikerai sangat tinggi terlebih saat ini wilayah Cikerai memiliki beberapa tempat wisata alam seperti Villa Ternak Cikerai, Panorama Hill, dan Wars Farm.
Dengan memiliki Kampung Anggur, Kelurahan Cikerai diharapkan akan menjadi objek wisata favorit dan menambah daya tarik wisatawan untuk berkunjung lebih banyak.
“Karena sekarang kondisi di wilayah Cikerai itu pertanian, jadi untuk menjaga pertaniannya kita tanami anggur, terlebih masyarakat di sini tentang pengetahuan bertani juga masih ada jadi lebih mudah dalam pengembangannya,” ujar Imamah di ruang kerjanya, Jumat, 25 Agustus 2023.
Menurutnya, jika potensi tersebut dapat terus dikembangkan dan dibudidayakan bersama, maka hasilnya bisa menarik para wisatawan. Selain itu juga dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar.
“Kampung Anggur ini diharapkan dapat menjadi salah satu potensi yang memiliki daya tarik bagi para wisatawan,” katanya.
“Dan anggur ini sangat menjanjikan secara ekonomi karena anggur ini diminati oleh masyarakat, anggur ini menjadi peluang ekonomi di masyarakat kalau memang berhasil ke depannya bisa di tingkatkan menjadi percontohan wisata,” tambahnya.
Imamah juga menjelaskan, pihaknya sudah menggandeng petani anggur yang sudah berhasil membudidayakan buah anggur sebagai pembinaan dan kontroling yang diyakini menjadi Kampung Anggur dalam waktu setahun ke depan.
“Kalau anggur itu tanaman panjang produktifnya itu kira-kira maksimal sampai 20 tahun. Terus juga proyeksi anggur itu di perkiraan jangka panjang makanya ini minimal enam bulan sejak masa tanam sudah berbuah kalau perawatannya benar,” tutupnya. (*)
Reporter: Rajudin
Editor: Agus Priwandono











