SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Musim kemarau di Provinsi Banten diprediksi akan berlangsung semakin panjang hingga akhir bulan Oktober 2023. Sejumlah daerah pun sudah mengalami dampak kekeringan, salah satunya kekurangan air bersih hingga gagal panen yang dialami oleh para petani.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis terdapat lima daerah yang berkategori waspada kekeringan yakni Kabupaten Pandeglang, Serang, Tangerang, Kota Serang, dan Kota Tangerang.
Sementara tujuh daerah yang berkategori Siaga yakni Kabupaten Tangerang, Kabupaten Lebak, Kabupaten Serang, Kabupaten Pandeglang, Kota Serang, Kota Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banten Nana Suryana mengatakan, kekeringan kategori waspada ditunjukan kepada daerah yang tidak mengalami hujan selama 21 sampai 30 hari, dan Siaga bagi daerah yang tidak mengalami hujan dari 31 sampai 60 hari.
“Level waspada dan siaga itu dikategorikan terhadap potensi hujan di daerah-daerah itu. Tentu kita berharap semuanya kembali normal di level I,” kata Kalak BPBD Banten, Kamis 31 Agustus 2023.
Nana mengatakan, daerah yang mengalami dampak terparah dari fenomena El Nino itu berada di Kabupaten Lebak. Sedikitnya terdapat 27 daerah yang merasakan kekeringan dengan 12 di antaranya masuk ke level siaga.
“Bahkan Pemerintah Daerah Kabupaten Lebak sudah menetapkan status darurat bencana kekeringan yang berlaku sampai bulan Oktober nanti,” kata Nana.
Lebih jauhnya, Nana mengaku bahwa pihaknya selalu berkoordinasi dengan Pemda setempat dan menyiagakan dua unit mobil tangki yang akan siap menyuplai bantuan air bersih untuk daerah yang terdampak kekeringan.
“Jika masyarakat mengalami krisis air bersih harap langsung lapor kepada kami, toren kami sudah penuh oleh air bersih dan siap dikirimkam ke daerah mana saja,” pungkasnya..
Reporter : Yusuf Permana
Editor : Merwanda











