CILEGON,RADARBANTEN.CO.ID – Karantina Pertanian Cilegon memusnahkan arsip sampel dan sisa sempel uji labolatorium.
Pemusnahan arsip sampel dan sisa sempel uji labolatorium dilakukan untuk mencegah penyebaran organisme pengganggu tumbuhan karantina (OPTK).
Kepala Karantina Pertanian Cilegon Arum Kusnila Dewi menjelaskan, pemusnahan itu juga dilakukan dalam mengimplemetasikan SNI ISO/IEC 17025:2017 tentang laboratorium.
“Pemusnahan menggunakan mesin incinerator yang bertempat di Instalasi Karantina Hewan (IKH),” papar Arum, Jumat 1 September 2023.
Pemusnahan ini dilakukan menggunakan mesin incinerator dengan suhu diatas 100 derajat celcius agar sisa arsip sampel dan sisa sampel uji labolatorium menjadi debu dan tidak membahayakan bagi lingkungan sekitar.
Pemusnahan dilakukan secara rutin setiap bulannya sebagi upaya untuk mencegah kontaminasi Organisme Penggangu Tumbuhan/ Karantina (OPTK) ke lingkungan sekitar ataupun ke sampel uji yang baru.
Sampel dan sisa uji laboratorium yang dimusnakan kali ini adalah biji gandum, bungkil kedelai, jagung, benih jagung, Maltodextrine, corn starch, wheat flour, wheat brand/ pollar, shortening, cocoa powder, tomat, mangga, bibit kentang, kedelai dengan berat 93,3 kg.
Sedangkan sampel dalam bentuk cair yaitu PFAD, fructose, minyat sawit dengan berat 2000 ml dan plate elisa, sentrifuge tube 44 pcs , SAP ekstrasi 33 sampel, dan Plate ELISA 24 Sampel.
Pemusnahan tersebut dilaksanakan oleh penanggung jawab laboratorium karantina tumbuhan dan pejabat karantina tumbuhan
Yayuk Yustikasari Analis Perkarantinaan Tumbuhan Muda mengatakan, kegiatan pemusnahan arsip sampel dan sisa sampel uji laboratorium dengan dibakar dengan mesin Incinerator dilaksanakan setiap bulan.
“Pemusnahan ini dilakukan sebagai rangkaian kegiatan rutin laboratorium sesuai dengan standar ISO/IEC 17025:2017 yang mengharuskan pemusnahan sampel dua bulan saat pertama kali diterima di laboratorium,” jelasnya. (*)
Reporter: Bayu Mulyana
Editor: Aditya











