CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Komplek Masjid Agung Kota Cilegon terlihat tak terawat. Kondisi itu pun memberikan kesan jika Masjid Agung Kota Cilegon terlihat kumuh.
Penilaian itu diungkapkan oleh sejumlah masyarakat usai mengunjungi masjid yang berada tepat di depan rumah dinas Walikota Cilegon tersebut.
Menanggapi hal itu, Walikota Cilegon Helldy Agustian menjelaskan, Masjid Agung Kota Cilegon memiliki pengurus sendiri.
“Masjid agung yang kelola kan bukan pemerintah daerah, pengelolanya kan ada, silahkan tanya saja di sana,” ujar Helldy, Rabu 18 Oktober 2023.
Menurut Helldy, pemerintah sudah memberikan perhatian kepada masjid-masjid yang ada di Kota Cilegon. Salah satu bentuk perhatian dengan memberikan hibah sebesar Rp20 juta untuk setiap masjid.
Sebelumnya diberitakan, berdasarkan pantauan di lokasi, sejumlah fasilitas Masjid Agung nampak tidak ada pemeliharaan. Seperti, pagar masjid yang banyak berkarat, terdapat sarang laba-laba disela pagar tangga dan tidak berfungsinya wastafel toilet serta tidak terawatnya tanaman di masjid.
Salah satu pengunjung, Farhan (21) menuturkan, mengunjungi Masjid Agung bukan kali pertama ia lakukan, bahkan sudah beberapa kali.
Menurutnya kondisi Masjid Agung kurang terawat, itu terlihat banyaknya debu yang berada di bawah tangga dan menguningnya urinoar atau tempat kencing.
“Jadi kalau bisa lebih diperhatikan lagi terkait kebersihan. Sehingga pengunjung juga merasa nyaman ketika berkunjung atau beribadah di masjid ini,” kata Farhan, saat menyampaikan keluhannya kepada Radar Banten, Rabu 18 Oktober 2023.
Senada dengan itu, pengunjung lainnya, Wawan (40) menyampaikan keluhannya terhadap sejumlah fasilitas yang ada di Masjid Agung. Seperti parkir yang dikenakan biaya.
“Ini kan fasilitas publik, tempat ibadah seharusnya tidak ada beban biaya khusus untuk parkir. Jadi saya mohon kepada pengelola masjid memperhatikan hal ini,” keluhnya.
Selain itu, Lanjut Wawan, ia juga mengeluhkan di Masjid Agung banyaknya pengemis yang meminta kepada jamaah Masjid Agung.
“Saya sering menjumpai pengemis yang meminta-minta ke jamaah, bukan hanya sekali tapi banyak meminta ini juga mengurangi estetika masjid,” katanya.
Sementara itu, saat ditemui Radar Banten, pengelola Masjid Agung Nurul Ikhlas tidak ada di tempat dan ruangan sekretariat pun dikunci. (*)
Reporter: Bayu Mulyana
Editor: Abdul Rozak












