SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memetakan sejumlah wilayah di Provinsi Banten yang berpotensi menjadi prioritas operasi modifikasi cuaca (TMC) untuk mengantisipasi dampak kemarau panjang.
Salah satu wilayah yang menjadi perhatian adalah Bendungan Karian di Kabupaten Lebak. Selain itu, wilayah Banten bagian utara atau Pantai Utara (Pantura) juga masuk dalam pemetaan karena memiliki periode kemarau yang relatif panjang dan kebutuhan air bersih yang tinggi.
Plt. Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah II, Ana Oktavia Setiowati, mengatakan modifikasi cuaca dapat menjadi salah satu upaya untuk menambah pasokan air waduk selama masih terdapat awan potensial di atmosfer.
“Operasi modifikasi cuaca ini sebetulnya salah satu solusi untuk mengisi waduk,” kata Ana, Jumat, 9 Oktober 2026.
Menurutnya, Pantura menjadi salah satu wilayah yang perlu diperhatikan karena musim kemarau dimulai lebih awal, sedangkan musim hujan datang lebih lambat dibandingkan sejumlah wilayah lainnya.
“Dia musim kemarau awal musim kemaraunya duluan, tetapi awal musim hujannya terlambat. Nah, ini artinya dia paling panjang musim kemaraunya dibandingkan lokasi-lokasi yang lain,” jelasnya.
Selain durasi kemarau, kebutuhan air bersih di wilayah Banten bagian utara juga menjadi pertimbangan dalam pemetaan tersebut.
Modifikasi Cuaca Bergantung Potensi Awan
Meski berpotensi membantu mengatasi kekurangan pasokan air, operasi modifikasi cuaca tidak dapat dilakukan setiap saat. Pelaksanaannya bergantung pada kondisi atmosfer, terutama keberadaan awan yang memenuhi kriteria untuk disemai.
Ana menjelaskan, penyemaian awan atau cloud seeding merupakan salah satu metode dalam operasi modifikasi cuaca. Proses tersebut menggunakan bahan semai, seperti natrium klorida (NaCl), untuk membantu mempercepat proses pembentukan hujan pada awan yang memenuhi persyaratan.
“Kalau misalnya di bulan Agustus yang puncak musim kemarau yang tidak awan sama sekali, berarti itu tidak potensi karena tidak ada yang disebar, tidak ada awan yang ada di atmosfer,” ujarnya.
Karena itu, pemetaan wilayah prioritas perlu mempertimbangkan kondisi cuaca dan ketersediaan awan potensial agar pelaksanaan TMC dapat berjalan efektif.
Sementara itu, Pemerintah Provinsi Banten masih mengkaji kebutuhan dan kesiapan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca untuk menghadapi dampak kemarau.
Editor: Aas Arbi












