SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Aparat kepolisian dari Satreskrim Polres Serang telah menerima laporan terkait kasus dugaan pencabulan siswi SD yang dilakukan oleh oknum kepala sekolah di Kecamatan Carenang, Kabupaten Serang berinisial AS.
Kasus tersebut saat ini sedang diselidiki penyelidik Satreskrim Polres Serang. “Iya ada laporan itu,” ujar Kasi Humas Polres Serang Iptu Dedi Jumhaedi dikonfirmasi RADARBANTEN.CO.ID Rabu 18 Oktober 2023.
Dedi masih enggan berkomentar banyak terkait laporan kasus tersebut. Ia berdalih kasus tersebut baru dilaporkan dan masih dalam proses penyelidikan. “Nanti saja (saat ditanya soal penyelidikan kasus tersebut),” ungkap Dedi singkat.
Ketua Komnas Perlindungan Anak (PA) Kabupaten Serang Qurrota Aqyun mengatakan, kasus tersebut telah dilaporkan ke Polres Serang pada Kamis 12 Oktober 2023 lalu. Saat pelaporan, Komnas PA Kabupaten Serang turut melakukan pendampingan terhadap korban. “Laporannya tanggal 12 Oktober 2023,” ujarnya.
Aqyun menjelaskan, kasus dugaan pencabulan terhadap siswi kelas 6 tersebut terjadi pada Kamis 21 September 2023 lalu. Ketika itu korban dihampiri pelaku dan dipegang pada bagian dada. “Pengakuan korban dipegang pada bagian dada dan dipeluk. Kejadian tersebut terjadi di ruang kelas pada tanggal 21 September 2023 lalu,” katanya.
Aqyun mengungkapkan, modus pelaku dalam melakukan pencabulan tersebut dengan berpura-pura mengajarkan dan mengetes soal perkalian. “Menurut pengakuan korban, pelaku mengetes soal perkalian,” ujarnya.
Aqyun mengatakan, perbuatan pelaku tersebut baru diceritakan korban kepada ibunya sekitar satu minggu kemudian. Ibu korban yang tidak terima dengan perbuatan pelaku lantas sekolah dan melapor kepada guru kelas. “Ibu korban sudah datang ke sekolah dan melapor ke guru kelas,” ungkapnya.
Aqyun juga mengatakan, pihaknya telah melakukan assesmen dan pendampingan terhadap korban. Kejadian yang tak pantas dan dialami oleh siswi SD tersebut membuat Komnas PA Kabupaten Serang sangat prihatin.
Sebab, kasus pencabulan tersebut terjadi di tempat sekolah dan diduga dilakukan oleh oknum tenaga pendidik. “Kami sangat prihatin dan berharap kasus ini tidak terjadi lagi. Kami berharap kita semua baik orang tua, guru, tokoh masyarakat dan yang lainnya meningkatkan pengawasan serta memberikan perlindungan terhadap anak-anak,” tuturnya.
Reporter: Fahmi
Editor: Abdul Rozak












