• Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
Home Berita Utama Wacana Publik

Santri dan Budaya Antre

Aas Arbi by Aas Arbi
Rabu, 18 Oktober 2023 07:29
in Wacana Publik
0
Santri dan Budaya Antre

ilustrasi: pngtree

0
SHARES
151
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare On Whatsapp

Oleh : Dr. KH. Encep Safrudin Muhyi. MM., M.Sc, Pimpinan Pondok Pesantren Fathul Adzmi

Makna Santri

Santri secara umum adalah sebutan bagi seseorang yang mengikuti pendidikan agama Islam di pesantren. Santri biasanya menetap di tempat tersebut hingga pendidikannya selesai, Biasanya, santri setelah menyelesaikan masa belajarnya di pesantren, mereka akan mengabdi ke pesantren dengan menjadi pengurus.

Santri yaitu seseorang yang berusaha mendalami agama islam dengan sungguh-sungguh atau serius. kemana guru pergi dan menetap. Sedangkan asal-usul kata “santri”, dapat dilihat dari dua pendapat. sanskerta yang artinya melek huruf.

Istilah santri biasanya dinisbatkan kepada mereka yang tengah menimba ilmu agama Islam di sebuah tempat bernama pesantren. Santri juga bisa diartikan sebagai orang yang beribadat dengan sungguh-sungguh sering disebut juga orang yang saleh. Santri pun merupakan sebutan bagi para siswa yang belajar mendalami agama di pesantren. Biasanya para santri ini tinggal di pondok atau asrama pesantren yang telah disediakan.

Santri setidaknya mengandung dua makna. Arti pertama adalah orang yang mendalami agama Islam, dan pemaknaan kedua adalah orang yang beribadah dengan sungguh-sungguh atau orang yang saleh. Santri selama ini digunakan untuk menyebut kaum atau orang-orang yang sedang atau pernah memperdalam ajaran agama Islam di pondok pesantren. Kata “pesantren” oleh sebagian kalangan diyakini sebagai asal-usul tercetusnya istilah “santri.” Kendati begitu, ada cukup banyak pendapat yang memaparkan kemungkinan sejarah atau asal usul kata “santri”. Bahkan, tidak sedikit ahli yang meyakini bahwa tradisi nyantri sudah ada sejak sebelum ajaran Islam masuk ke Nusantara.

Akronim kata SANTRI pun antara lain ; (S) Sopan, bahwa santri harus memiliki sopan dan santun. (A) berarti santri harus amanah, amanah menjaga NKRI, amanah menjaga ulama dan kyai. Sedangkan huruf, (N) berarti nasionalisme, bahwa santri harus memiliki jiwa nasionalisme yang kuat terhadap bangsa ini. Lalu huruf (T) yang berarti taat. Taat terhadap perintah Allah SWT, taat terhadap Nabi Muhammad SAW, taat terhadap pemimpin bangsa Indonesia, dan taat terhadap ulama. Kemudian huruf (R), bermakna ramah, yakni ramah terhadap siapa saja, ramah terhadap kebhinekaan, keragaman yang ada di Indonesia, dan yang terakhir adalah (I) yang bermakna idaman semua orang atau Istimewa yang mempunyai ilmu khusus yang telah diberikan oleh kyai.

 Santri dapat dikatakan adalah orang-orang yang ikut kiai, apakah dia belajar di pesantren atau tidak, tapi ikut kegiatan kiai, manut [patuh] kepada kiai. Itu dianggap sebagai santri walaupun dia tidak bisa baca kitab, tapi dia mengikuti perjuangan para santri.

“Kata santri ternyata bisa mengubah suasana bisa menjadi lebih teduh. Berbagai untaian kata-kata santri memiliki makna yang dalam bagi kehidupan.  Banyak hikmah dan pelajaran yang bisa dipetik dengan memahami dan meresapi kata-kata santri yang tercipta di balik bilik kamar pondok pesantren.

Kehidupan para santri tentunya memiliki berbagai macam pengalaman dan pembelajaran, yang patut untuk kita jadikan contoh dalam menjalani berbagai hal dalam hidup di dunia ini. Memilih untuk hidup jauh dari keluarga dan orang-orang tercinta, tentu membuat para santri di pondok pesantren memetik berbagai hikmah kehidupan.

Budaya Santri          

Santri merupakan sebutan bagi pelajar yang sedang menuntut ilmu di pondok pesantren. Sementara itu pondok pesantren pada zaman Nabi lebih dikenal dengan istilah kutab atau majelis ilmu. Pondok pesantren di Indonesia berfungsi sebagai lembaga pendidikan Islam yang di dalamnya terdapat seorang pendidik yang bergelar kyai. Kyai dibantu oleh ustadz-ustadz yang bertugas mendidik dan mengajari santri dengan sarana masjid dan fasilitas pemondokan atau asrama.

Sistem pendidikan yang paling menonjol di pondok pesantren adalah sistem sorogan dan bandungan. Sistem sorogan adalah sistem pengajaran yang menekankan kepada penguasaan materi dan pemahaman dari kitab atau bahan ajar yang sedang diajarkan. Dengan sistem sorogan ini santri maju satu persatu kepada sang guru untuk menerangkan tingkat pemahaman yang telah dikuasainya pada salah satu materi dan guru menjelaskan dan meluruskan pemahaman dari santri jika ada kekeliruan.

Tidak hanya itu, para santri di pondok pesantren sibuk untuk menimba ilmu agama dan lebih tanggung jawab pada perintanh Allah SWT.  Jadi tidak heran, kata-kata santri begitu banyak mencerminkan makna kehidupan sesungguhnya dalam pandangan agama Islam, Sehingga dari situ, tercetuslah kata-kata santri yang bisa menginspirasi kita semua dalam menjalani kehidupan. Beragam untaian kata-kata santri yang penuh makna dalam hal apapun. Nah berikut ini akan kami bagikan beberapa untaian kata-kata santri yang menginspirasi dan pastinya tidak ketinggalan zaman dari berbagai sumber.

Ternyata mengenyam pendidikan dan ilmu agama di pondok pesantren, membuat tidak sedikit para santri menjadi pribadi yang bijaksana terlebih dalam mengambil sikap dan keputusan. Kata-kata santri yang bijak ini pun nyatanya mampu membuat suasana hidup jadi lebih tenang dan damai. Tidak sedikit membuat kita sadar dan merenung. Orang yang niat belajar, apapun akan jadi pelajaran. Tapi orang yang tidak niat belajar, sedang belajar pun tidak akan jadi pelajaran.

Kesuksesan hidup itu apabila kehadiran kita mampu memberikan manfaat kepada banyak orang, tidak terus menerus egois memikirkan ambisi diri sendiri. Untuk luka yang dihapus oleh senja. Untuk duka yang kian meraja lela. Yakinkan hati untuk membaja. Lalu bisikkan lembut dengan senyum manja, “bersama Allah, semua akan baik-baik saja.

Pesantren telah berhasil membangun budaya keislaman yang mengakar luas di Indonesia. Budaya keislaman dalam pesantren menjadi karakter tersendiri dalam membangun budaya bangsa. Falam budaya pesantren dibangun oleh berbagai aspek. Aspek pendidikan, kehidupan, pola kegiatan dan lain sebagainya. Kehidupan dalam Pesantren yang meliputi proses pembelajaran, pergaulan, tata aturan dan hal lainnya menjadi cerminan subkultur karena dalam pesantren dihuni banyak manusia dengan berbagai karekter dan dari berbagai daerah asal. Berbagai budaya pesantren kehidupan tokoh dalam pesantren. Kehidupan pesantren yang nyaman, penuh pengetahuan, penuh rasa kekeluargaan, dan memiliki romantika budaya sendiri. Lima budaya santri di pesantren yang diulas yaitu ngaji, ngopi, ngantri, ngantuk, dan ngabdi. Semboyan biso ora biso sing penting sekolah,apalan,lalaran, identitas budaya pesantren yang bermanfaat bagi pembangunan budaya nasional yang bersumber pada kearifan pesantren.

Beberapa kegiatan yang lekat dengan santri. Hidup menjadi santri tak jauh berbeda dengan kehidupan muslim pada umumnya, yakni bangun pagi untuk salat Subuh, Mujahadah. Mujahadah adalah semacam zikir bersama-sama, Kajian Kitab, Latihan Khotbah, Hidup Sederhana, Makan mandi pun harus antri sesuai aturan.

Salah satu upaya untuk menjadi manusia sejati adalah dengan menjadi santri. Dengannya seseorang akan mendapat bekal bakti kepada negeri dan washilah memperbaiki diri. Santri bukan hanya yang mondok saja, akan tetapi siapapun yang berakhlak seperti mereka, dialah santri”. Sejak periode penjajahan sampai kemerdekaan hingga saat ini sejarah telah banyak merekam dedikasi santri untuk masyarakat dan bangsa. Melalui pengabdiannya, mereka mampu menciptakan berbagai dinamika dalam kehidupan berbangsa.

Akan tetapi seiring berjalannya waktu, dinamika kehidupan berbangsa kini kian mengalami perubahan yang cukup ekstrem, salah satunya disebabkan oleh arus teknologi informasi yang sangat pesat dan adanya perubahan sistem sosial yang menciptakan berbagai macam media berbasis teknologi canggih nan modern. Kenapa disebut dengan santri millenial ? Sebab, istilah milenial ini diberikan kepada mereka yang berada di era digital di mana saat ini santri hidup di zaman yang serba instan, praktis, terjangkau dan dapat terhubung langsung dengan jaringan internet yang bisa tersebar luas.

Santri milenial disini merupakan seseorang yang sedang memperdalam ilmu agama sekaligus ilmu pengetahuan dan teknologi.  Menyikapi kondisi ini, sebagai santri milenial kita tidak boleh tergerus oleh zaman. Seorang santri harus selalu mengikuti arus perkembangan zaman yang semakin modern.

Menanggapi fenomena ini, para santri harus mampu memilah dan memilih budaya yang sesuai dengan akhlak dan identitasnya, karena bagaimanapun kita tidak akan pernah terlepas dari pengaruh media dan informasi yang otomatis membawa dampak positif dan negatif bagi kita, selain itu pandangan hidup dan pola pikir santri pun bisa ikut terpengaruh seperti sikap dan perilaku dalam berpakaian, menikmati musik, kisah asmara, dan berbagai budaya millenial lainnya.

Sebagai bagian dari era millenial, seorang santri harus melek digital, santri tidak boleh menutup mata terhadap realita zaman. Namun juga jangan hanya ingin yang serba cepat, apalagi sampai ikut-ikutan budaya kebarat-baratan yang tidak sesuai dengan budaya negeri ini, atau bahkan sama sekali tidak mencerminkan perilaku seorang santri. Santri sejati harus mampu menggunakan teknologi dan menciptakan kemampuan diferensial dan distinctive untuk terus mengasah dan meningkatkan skill keterampilannya dalam menelaah dan menyeimbangkan diri dengan tuntutan zaman.

Lalu, pertanyaannya bagaimana langkah santri untuk bisa menjadi pelaku kemajuan peradaban dalam budaya millenial di tengah modernisasi negara ini ?. Ya, seorang santri harus memiliki prinsip yang kuat dalam menjaga keutuhan negara NKRI. Santri harus terus berpikiran maju dan terbuka terhadap semua hal sebagai wujud adaptasi perkembangan zaman.

Sebagai santri harus berani melakukan jihad kekinian dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.  Banyaknya masalah di dunia maya yang terjadi saat ini seperti maraknya praktik politisasi online, penyalahgunaan dakwah, eksploitasi umat, hingga banyaknya hate speech, hoax, dan fitnah yang kini membanjiri wajah keberagaman bangsa ini. Disinilah santri harus menjadi garda terdepan dalam membela kebenaran, dan sebagai promotor persatuan kesatuan dan perdamaian dunia. Inilah yang penting bagi seorang santri di tengah arus globalisasi modernisasi saat ini.

Dengan kecerdasan intelektual, spiritualitas dan akhlakul karimah yang dimilikinya, santri millenial diharapkan dapat meneruskan estafet perjuangan para pendahulu dan menjadi pelopor kemajuan peradaban bangsa di masa mendatang. Untuk itu, budaya santri milenial tidak akan terkikis oleh perkembangan zaman, justru menjadi penguat bagi keutuhan suatu bangsa di era modernisasi saat ini. Dimana banyak pelajaran tentang kehidupan yang didapatkan para santri di pondok pesantren, mulai dari belajar mandiri, tanggung jawab, lebih mendekatkan diri pada Allah SWT, memanfaatkan waktu dengan baik, serta menghargai satu dengan lainnya.

Di dunia pesantren semuanya berbagi sesuai dengan tugas yang diberikan. jika santriwati bertugas memasak di dapur maka santri putra bertani di kebun milik pesantren. Hasil pertanian digunakan untuk makan para santri. Bahkan biaya untuk mencari ilmu di pendidikan pesantren tradisional adalah gratis. bahkan ustadz yang mengajar pun tidak mengharapkan bayaran materi. Semua tulus ikhlas untuk menghidupi pondok pesantren.

Namun, saat ini pondok pesantren telah bertransformasi dengan mendirikan sekolah formal di dalamnya. Banyak hal positif yang bisa anda dapatkan di pondok pesantren yang tidak akan anda temukan di sekolah formal.

Khatimah

Pondok pesantren adalah lembaga pendikan, lembaga pemberdayaan, sekaligus lembaga dakwah dan perjuangan. Di pondok pesantren diajarkan ilmu-ilmu yang berkaitan dengan ajaran Islam secara komprehensif dan luas, sekaligus ditanamkan kecintaan yang mendalam pada Tanah Air. Bahkan ditekankan prinsip hubbul wathan minal iman (cinta Tanah Air adalah bagian dari iman).

“Jihad Santri Jayakan Negeri”, tema tersebut memberi pesan bahwa peringatan Hari Santri tahun ini ingin merayakan semangat dan dedikasi para santri sebagai pahlawan pendidikan dan perjuangan kebodohan. Di zaman yang penuh tantangan dan kompleksitas, jihad tidak lagi merujuk pada pertempuran fisik, melainkan pada perjuangan intelektual yang penuh semangat.

Santri sebagai penjaga terdepan dalam pertempuran melawan ketidakpahaman, kebodohan, dan ketertinggalan. Santri merupakan pejuang ilmu pengetahuan yang tidak kenal Lelah mengejar pengetahuan dan kebijaksanaan sebagai senjata utama mereka. Dalam tradisi Islam, jihad intelektual adalah cara untuk membela nilai-nilai keadilan, perdamaian, dan pengetahuan. Santri sebagai teladan dalam menjalani jihad ini.

Perayaan Hari Santri Nasional tidak terlapas dari peran besar KH. Hasyim Asyari yang menyerukan Resolusi Jihad pada 22 Oktober 1945. Isi dari Resolusi Jihad tersebut adalah pernyataan bahwa berjuang demi kemerdekaan Indonesia hukumnya fardhu ain atau wajib bagi semua orang. Atas dasar Resolusi Jihad tersebut, banyak santri yang turun langsung melakukan jihad guna melawan upaya tentara sekutu untuk mengambil alih Indonesia pada periode Revolusi Fisik 1945-1949.

Pondok pesantren memang bukan hal yang baru di Indonesia bahkan sangat familiar sekali di telinga kita. Namun begitu, masih banyak budaya pesantren yang belum kita ketahui. Semoga Bermanfaat.

(Penulis Adalah Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Serang / Penulis Buku Islam Dalam Transformasi Kehidupan& Buku Kepemimpinan Pendidikan Transformasional / Pimpinan Pondok Pesantren Fathul Adzmi Cikeudal Pandeglang)

Tags: Encep Safrudin MuhyiHari SantriHari Santri 2023pesantrenPondok Pesantrenwacana publik
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Ketua DPRD Minta Pemkot Serang Kaji Secara Matang Rencana Penertiban Pedagang di Taman Sari

Next Post

Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak di Pandeglang Capai 78 Kasus

Next Post
Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak di Pandeglang Capai 78 Kasus

Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak di Pandeglang Capai 78 Kasus

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Hari Kedua Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda Masih Nihil

Hari Kedua Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda Masih Nihil

by Yusuf Permana
Rabu, 9 September 2026 21:37
0

PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Tim SAR Gabungan memperluas pencarian 5 jurnalis yang hilang kontak setelah berada di dalam speedboat di Perairan...

250 Personel Dikerahkan Cari Rombongan Jurnalis yang Hilang Saat Liput Erupsi Gunung Anak Krakatau

Ombak dan Angin Kencang Jadi Kendala Pencarian Rombongan Jurnalis yang Hilang Saat Peliputan Erupsi Gunung Anak Krakatau 

by Fahmi
Rabu, 9 September 2026 21:28
0

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID - Pencarian rombongan jurnalis yang hilang saat peliputan erupsi Gunung Anak Krakatau terkendala ombak dan angin kencang. Meski...

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2026 RadarBanten.