• Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
Home Berita Utama Politik

Warga Banten Setuju Hilangkan Dinasti Politik, Tapi Suka Money Politic

Yusuf Permana by Yusuf Permana
Kamis, 16 November 2023 12:03
in Politik, Utama
0
Warga Banten Setuju Hilangkan Dinasti Politik, Tapi Suka Money Politic
0
SHARES
106
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare On Whatsapp

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Elly Nurlia, dosen Ilmu Pemerintahan FISIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa,  menilai  sikap pemilih di Banten kontradiktif.

Berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh Indonesian Politics Research & Consulting (IPRC), warga Banten menyetujui untuk menghilangkan dinasti politik di Banten.

“Hasil survei IPRC menunjukkan bahwa warga Banten setuju untuk menghilangkan dinasti politik, sebab menilai bahwa dinasti politik itu membawa dampak buruk terhadap pelaksanaan demokrasi di daerah,” ujar Elly dalam rilis temuan hasil survei IPRC di Kota Serang, Rabu, 15 November 2023.

Namun, pernyataan itu kontradiktif dengan sikap warga Banten yang juga malah menyetujui dan menilai wajar adanya money politic atau politik uang. Berdasarkan hasil survei IPRC, sebanyak 56,6 persen dari 1.200 responden menyatakan pemberian uang/barang/sembako/hadiah (politik uang) merupakan hal
yang dapat diterima secara wajar. Hanya (34,8 persen) responden yang menyatakan tidak wajar. Bahkan, Gen Z dinilai menyukai dengan adanya money politic.

“Ini kontradiktif sekali di mana politik uang dinilai wajar oleh masyarakat yang pragmatis, sedangkan pihak dinasti merupakan pihak yang memiliki uang yang banyak sehingga bisa terus menciptakan regenerasi aktor dinasti politik,” ujarnya.

Menurutnya, dengan sikap yang pragmatis itu, warga Banten secara tidak sengaja telah memberikan ruang bagi dinasti politik untuk terus melakukan regenerasi aktor.

“Jadi memang masyarakat itu pragmatis, bahwa  mendapatkan uang itu adalah wajar. Dan berdasarkan hasil survei menunjukkan orang yang berpendidikan itu menilai bahwa cukup wajar menerima uang dari paslon,” ungkapnya.

Elly memaparkan, di Banten terdapat beberapa klan dinasti yang berkuasa. Klan-klan itu sudah menguasai beberapa daerah, dan selalu memenangkan kontestrasi pemilihan kepala daerah (pilkada), baik itu pasangan yang dicalonkan dari dalam klan maupun pasangan yang diusung oleh klan dinasti itu.

Ia pun mencotohkan kontestasi Pilgub Banten, yang mana dalam beberapa pilgub klan Atut Chosiyah selalu berhasil meraih kursi Gubernur Banten. Hal sama juga terjadi di Kabupaten Lebak dan Pandeglang. Lebak (Mulyadi Jayabaya) dan Pandeglang (A Dimyati Natakusumah) dikusai oleh orang itu yang sudah menduduki kursi bupati selama empat periode.

“Dinasti ini kasus yang eksistensinya terus berkembang dan tidak terputus, di Provinsi Banten ini dinastinya terus berlanjut. Pada Pilgub Banten, klan Atut tidak pernah mengalami kekalahan. Beberapa pilgub kemarin, calon gubernur selalu menang jika didukung atau diusung oleh keluarga ini,” imbuhnya.

Dinasti politik dan money politic telah menjadi masalah serius bagi sistem demokrasi di Indonesia ini. Untuk itu Elly pun mengajak kepada seluruh masyarakat Banten khususnya Gen Z untuk menjadi pemilih yang cerdas, tidak pragmatis.

“Permasalah ini tidak sulit diatasi jika masyarakatnya sadar dan menolak adanya money politic,” pungkasnya.

Reporter : Yusuf Permana
Editor: Aas Arbi

Tags: Dimyati Nataskusmahdinasti politikmoney politicMulyadi JayabayaPemprov BantenPilkadaPilkada 2024survey politik
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Bawaslu Kota Serang Bakal Tertibkan Lagi Spanduk Caleg

Next Post

KPU Larang Caleg Kampanye di Tempat Ibadah hingga Instansi Pemerintah

Next Post
KPU Larang Caleg Kampanye di Tempat Ibadah hingga Instansi Pemerintah

KPU Larang Caleg Kampanye di Tempat Ibadah hingga Instansi Pemerintah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Kasus Dugaan Pengrusakan di Desa Sentul Tangerang Masih Disidik Polisi

by Mulyadi
Senin, 31 Agustus 2026 07:52
0

KABUPATEN TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID — Polresta Tangerang memastikan penanganan perkara dugaan pengrusakan secara bersama-sama atau pencurian di Kampung Nagreg, Desa Sentul,...

Momentum Gerakan Kurangi Plastik

Miskin di Rumah, Kaya di Data

by Mashudi
Senin, 31 Agustus 2026 07:50
0

Rupanya, miskin sekarang tidak cukup hanya dirasakan. Harus dihitung.Bahkan, setelah dihitung pun hasilnya belum tentu sama dengan yang terlihat di...

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2026 RadarBanten.