SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Belanja sayur di pasar tidak perlu ribet lagi dengan membawa uang tunai. Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Provinsi Banten menggencarkan penggunaan digitalisasi dengan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).
Pada kegiatan Pasar Lingkungan di Pasar Banjarasri, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, seluruh pedagang yang berjualan menggunakan sistem digitalisasi untuk pembayarannya.
Bahkan, KPw BI Provinsi Banten juga memberikan insentif berupa voucher belanja senilai Rp 100 ribu bagi masyarakat yang berbelanja menggunakan QRIS.
Kepala KPw BI Provinsi Banten, Imaduddin Sahabat, mengatakan bahwa pihaknya memasyarakatkan digitalisasi melalui kegiatan Pasar Lingkungan. Dengan harapan, masyarakat terbiasa dengan menggunakan alat pembayaran digital.
“Kadang-kadang enggak mau coba karena enggak tau. Ini kita kasih tanda petik insentif. Supaya kalau mereka merasa mudah, ke depan terus menggunakan alat digital,” ungkap Imad, Jumat, 27 November 2023.
Di Banten, ia memaparkan, penggunaan uang digital mencapai 1,2 juta.
“Lumayan tinggi. Tapi kita masih punya PR di bagian Selatan,” ungkapnya.
Pihaknya sudah berkoordinasi dengan Pemkab Lebak agar UMKM dan pasar di Lebak menerapkan digitalisasi. Apalagi, pasar di Lebak sudah memakai e-parking.
“Diharapkan e-parkingnya sudah pakai digital. Begitu juga di Kota Serang, e-parkingnya dan digitalnya,” tegas Imad.
Bahkan, berdasarkan pengakuan Bupati Lebak saat itu, pendapatan lebih meningkat dengan e-parking.
“Yang biasanya Rp 1,2 juta per hari bisa Rp 15 juta untuk satu tempat,” ungkapnya.
Kata dia, hal ini yang akan didorong agar digitalisasi bukan hanya menguntungkan Pemerintah dalam konteks penerimaan Pendapatan Asli Saerah (PAD), tapi juga masyarakat lebih mudah.
Pada kesempatan itu, Imad mengatakan, pihaknya bekerja sama dengan perbankan agar para pelaku UMKM melek digitalisasi. Kemudian, perbankan akan mengakusisi merchant yang ada dan BI diminta untuk mendiseminasikan atau menyebarluaskan.
“Kita juga ada Program Rp 1 Experience. Jadi orang dengan menggunakan dana Rp 1, mereka punya pengalaman. Supaya mengajak kan kalau enggak tau caranya sulit. Makanya, ada Program Rp 1 Experience. Jadi mencoba menggunakan Rp 1 terus mereka bisa melakukan. Itu bagian dari insentif,” tuturnya.
Imad juga menyampaikan bahwa peningkatan penggunaan QRIS di Banten cukup baik. Tahun ini, pihaknya ditarget 700 ribu pengguna QRIS. Sedangkan, realisasinya sudah lebih dari itu.
Namun, mayoritas penggunanya ada di Tangerang Raya dan belum merata. Terutama di bagian Banten Selatan.
“Ini yang terus kita dorong,” ujarnya.
Salah satu ibu rumah tangga yang berbelanja di Pasar Banjarasri, Riska mengaku lebih mudah belanja menggunakan QRIS ketimbang uang tunai.
“Enggak ribet bawa uang. Enggak pusing juga itung kembalian,” ujarnya. (*)
Reporter : Rostinah
Editor: Agus Priwandono












