PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STIA Banten menggelar diskusi yang diberi nama Taman Keresahan yang berlangsung di taman STIA Banten, Rabu 10 Januari 2024.
Ketua BEM STIA Banten Dede Hasan mengungkapkan, taman itu bukan hanya dijadikan sebatas tempat nongkrong ataupun berduduk bersantai saja. Ditambah melihat kehidupan kampusnya saja dirasa mahasiswa tidak memiliki ide-ide kreatif.
“Ya di zaman yang sekarang yang anak muda banget gitu kan, apalagi digadang-gadang anak muda ini sebagai emasnya Indonesia 2045,” ungkapnya kepada RADARBANTEN.CO.ID.
“Tapi melihat kehidupan kampusnya saja mahasiswa hanya sekedar masuk kuliah dengan gaya penampilan mahasiswa yang tinggi dan hedon, tetapi sangat diragukan juga isi kepala ataupun ide gagasannya,” sambungnya.
Menurutnya, melihat suasana lingkungan kampus mahasiswa hanya sekedar masuk kampus belajar di dalam kelas lalu pulang, bahkan bisa dikatakan mahasiswa kupu-kupu.
“Tapi berbicara organisasi gitu kan, adanya organisasi kampus sebagai wadah mahasiswa khususnya STIA Banten untuk mengembangkan ide-ide kreatif gagasan ataupun mengembangkan diri pribadinya seperti itu selayaknya seorang mahasiswa,” ucapnya.
Berawal dari itulah, pihaknya menciptakan suatu ruang ide gagasan para mahasiswa sambil berdiskusi demi terciptanya sosok mahasiswa yang memiliki pola pikir yang kritis dan kreatif tanpa batasan.
“Saya ingin melihat teman-teman mahasiswa berdiskusi mengeluarkan ide berpikir tanpa ada batasan seperti di dalam kelas berargumentasi debat dan lain sebagainya dibatasi oleh dosen waktu dan sebagainya,” lanjutnya.
Ia menuturkan, dibatasi itu dalam artiannya jika di dalam kelas seperti ingin mengeluarkan berpendapat seakan-akan ingin seperti menjatuhkan seseorang atau mahasiswa yang lain.
“Akan tetapi kegiatan yang diadakan oleh BEM ini jauh dari kata menjatuhkan seseorang, tetapi membuka cakrawala berpikir mahasiswa dalam artian real pemikiran teman-teman mahasiswa dikeluarkan dalam taman keresahan tersebut,” tuturnya.
Dede Hasan berharap, dengan adanya diskusi taman keresahan tersebut, mahasiswa dapat membuka cakrawala berpikirnya, bisa memiliki keberanian.
“Ya hasil diskusinya kita ingin menciptakan cakrawala berpikirnya, karena di dalamnya itu bukan satu dua orang saja banyak mahasiswa memiliki pemikiran yang berbeda-beda,” pungkasnya.
Reporter: Moch Madani Prasetia
Editor: Abdul Rozak

