PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Kuota haji Kabupaten Pandeglang pada tahun 2024 sebanyak 1.162 jemaah.
Dari kuota haji sebanyak 1.162 jemaah iitu, sebanyak 807 jemaah masuk kategori berhak berangkat haji pada tahun ini.
Kepala Seksi (Kasi) Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) pada Kantor Kemenag Pandeglang, Kholid, mengatakan bahwa sekarang ini memasuki tahap pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH).
“Dari mulai 10 Januari sampai dengan 12 Februari 2024. Dari mulai 10 Januari sampai kemarin hari Jumat, jemaah asal Kabupaten Pandeglang yang sudah melunasi ini sebanyak 214 jemaah,” katanya kepada RADARBANTEN.CO.ID, Rabu, 24 Januari 2024.
Sebanyak 214 jemaah itu terdiri dari keseluruhan atau jumlah kuota jemaah Kabupaten Pandeglang itu sebanyak 1.162 jemaah.
“Yang terdiri dari urut porsi normal itu tanggalnya baru ketarik dari daftarnya tanggal 4 Januari 2013. Itu sejumlah 807 jemaah,” katanya.
Terus, ada prioritas jemaah lansia sebanyak 83 orang. Serta, ada jemaah cadangan.
“Jemaah cadangan sejumlah 272 jemaah. Dan cadangan ini semuanya berhak melunasi, namun belum masuk kategori berhak berangkat,” katanya.
Semua alur prosesnya sama seperti urut porsi dan lansia seperti itu.
Pada tahun ini ada perbedaan dalam penyerahan berkas kelengkapan calon jemaah haji.
“Pada tahun kemarin kan pelunasan dulu baru cek kesehatan. Tahun ini, cek kesehatan sangat ketat. Jadi jemaah sebelum lunas itu harus melalui proses kesehatan,” katanya.
Jadi kalau jemaah di masuk istitha’ah itu artinya bisa melakukan pelunasan.
Istitha’ah adalah kemampuan jemaah haji secara jasmaniah, rohaniah, pembekalan, dan keamanan untuk menunaikan ibadah haji tanpa menelantarkan kewajiban terhadap keluarga.
“Tapi kalau kategorinya belum istitha’ah maka belum bisa melakukan pelunasan,” katanya
Ketika ditanya bagaimana dengan proses pengurusan paspor calon jemaah haji, Kholid mengatakan, pengurusan paspor sudah selesai 70 persen.
“Sebanyak 30 persen lagi belum terselesaikan, karena yang masuk jemaah cadangan sebanyak 272 jemaah, dan termasuk lansia juga belum kita proses,” katanya.
Salah satu calon jemaah haji asal Pandeglang, Rusli, mengaku bahwa ia bersama istrinya baru mendaftar haji pada tahun 2019.
“Baru daftar tahun 2019 lalu bareng istri. Secara mental sudah siap namun sebelum berangkat bisa menjalankan ibadah umrah dulu,” katanya. (*)
Editor: Agus Priwandono












