CILEGON,RADARBANTEN.CO.ID – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Cilegon melakukan simuladi pemungutan hungga penghitungan suara pemilihan presiden, DPR RI, DPD, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten/kota.
Simulasi dilakukan di TPS 7, Kelurahan Bendungan, Kecamatan Cilegon, Kota Cilegon, Selasa 30 Januari 2024.
Proses simulasi dihadiri oleh perwakilan penyelenggara pemilu, pengawas pemilu, unsur pemerintah, partai politik, dan saksi saksi.
Komisioner KPU Kota Cilegon, Urip Haryantoni menjelaskan, simulasi ini dilakukan sama persis dengan pelaksanaan di 14 Februari nanti.
Sebanyak 269 pemilih yang terdapat di TPS tersebut diundang untuk mencoblos. Waktu pelaksanaan hingga tahapan simulasipun disamakan dengan pelaksanaan pemilu nanti.
“Kita semua sampai terakhir disimulasikan. Hal yang penting juga sampai ada penggunaan aplikasi Sirekap yang nanti juga ada tata cara penulisan yang kita nilai karena berkenaan dengan Sirekap itu kita memastikan bahwa support terhadap proses Sirekap ini yang akan kita sampaikan,” ujar Urip.
Sebelumnya, pada Desember 2023 kemarin, KPU Kota Cilegon pun telah melakukan simulasi. Melalui simulasi ini, KPU ingin memastikan agar pelaksanaan pemungutan suara pada 14 Februari nanti berjalan dengan lancar.
“Mudah-mudahan hasil dari simulasi ini yang nanti teman-teman PPK dan PPS akan melakukan bimtek pemantapan terhadap anggota KPPS, sehingga estimasi waktu itu bisa terukur dengan adanya simulasi ini,” papar Urip.
Dijelaska Urip, simulasi akan dilakukan untuk seluruh tahapan mulai dari pemungutan suara, penghitungan suara, hingga rekapitulasi suara.
KPU Kota Cilegon terus melakukan serangkaian persiapan untuk Pemilu 14 Februari nanti.
Selain simulasi, saat ini sedang dilakukan pengepakan logistik yang akan dikirim ke setiap kecamatan.
“Target sebelum atau pas tanggal 31 sudah beres semua, setelah itu kita akan geser kotak suara ke tempat-tempat di kecamatan atau PPK nya,” papar Urip.
Pengiriman logistik akan satu paket mulai dari surat suara, kotak suara, bilik suara dan logistik lainnya.
“Jadi nanti dikirim itu di kotak, artinya ada yang di dalam kotak dan ada yang di luar kotak dan kita pelastikan untuk mengantisipasi air,” ujarnya.
Untuk surat suara, di setiap TPS akan dilebihkan sebanya dua persen dari jumlah DPT.
“Surat suara contohnya di DPT ada 300 pemilih, maka untuk kesiapan surat suara ditambah dua persen jadi di dalamnya itu 300 tambah dua persen,” papar Urip.
Reporter: Bayu Mulyana
Editor: Aditya











