LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lebak memberikan imbauan kepada nelayan agar tidak melaut terlebih dahulu karena bahaya cuaca ekstrem yang terjadi pada bulan Februari 2024.
Kepala Pelaksana Harian BPBD Lebak Febby Rizki Pratama mengatakan, potensi cuaca ekstrem terjadi dari bulan Februari berdasarkan rilis dari BMKG. Sehingga nelayan harus berhati-hati dengan potensi tersebut.
Febby melanjutkan, bulan Februari merupakan puncak musim hujan. Sehingga potensi angin kencang dan gelombang tinggi berpotensi menganggu aktivitas melaut.
“Sudah kita sampaikan kepada teman-teman relawan bahwa diakhir Januari dan awal Februari adalah puncak musim hujan,” kata Febby, Selasa 6 Februari 2024.
Untuk diketahui daerah Lebak Selatan khususnya daerah wilayah Binuangen, Kecamatan Wanasalam dan Bayah menjadi daerah yang banyak nelayan. Sehingga nelayan harus berhati-hati.
Sementara untuk mayoritas nelayan paling banyak berada di Desa Muara Binuangeun, Kecamatan Wanasalam dan bayah. Sehingga wilayahnya rentan terjadi kecelakaan laut.
Ketua Nelayan Bayah Agus Basri mengatakan, bahwa nelayan sudah tidak melaut sejak 5 Februari, dan penyebabnya karena cuaca di perairan saat ini sedang tidak menentu.
“Sudah Setop melaut sejak kemarin karena cuacanya juga hujan disertai angin,” kata Agus saat dihubungi.
Di tengah kondisi saat ini, menurut Agus, banyak perahu nelayan yang bersandar. Hal itu dilakukan agar mereka terhindar dari marabahaya saat melaut.
“Jadi kita berhenti dulu, kalo dipaksakan bahaya juga kalau tetap memilih melaut ditengah kondisi seperti ini,” pungkasnya. (*)
Editor Bayu Mulyana

