PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Selama Tahapan Pemilahan Umum (Pemilu) 2024, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Pandeglang menyebutkan tidak menemukan adanya indikasi kabar hoaks yang menyudutkan salah satu calon ataupun kabar bohong lainya.
Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Pandeglang, Tb Nandar Suptandar mengatakan, jika penangkalan hoaks ini bukan hanya menjadi fokus pemerintah daerah saja, namun pemerintah pusat juga sudah mengintruksikan agar Diskominfo bisa menangkal berita hoax tersebut.
Ia menyampaikan, Diskominfo Kabupaten Pandeglang telah melaksanakan tugasnya untuk memeriksa dan menyaring informasi yang beredar, terutama yang berkaitan dengan Pemilu.
“Alhamdulillah selama ini kalau di Pandeglang selama ini tidak ada informasi hoaks yang berarti, karena kita sudah sampaikan berkali-kali agar mendapatkan informasi dari sumber instansi atau lembaga yang kredibel,” ungkapnya, Selasa 5 Maret 2024.
Dikatakannya, dengan mendapatkan sumber informasi yang kredibel masyarakat pun dapat menerima informasi yang valid sehingga mengenai informasi hoax melalui berbagai platform digital tidak terjadi.
“Supaya tadi menjadi kondusifitas dan informasi yang diterima juga valid tidak mengada-ngada,” katanya.
Menurutnya, Diskominfo Kabupaten Pandeglang mengapresiasi partisipasi masyarakat yang telah bijak dalam menggunakan media sosial. Dalam Pemilu kali ini, masyarakat Pandeglang telah menunjukkan kesadaran yang tinggi dalam menilai keakuratan informasi sebelum membagikannya atau mengambil tindakan berdasarkan berita tersebut.
“Saya harap hal itu harus terus dipertahankan untuk masyarakat Pandeglang, kami mengimbau agar masyarakat tetap waspada dan kritis terhadap informasi yang diterima,” ucapnya.
Ia melanjutkan, pihaknya terus mengingatkan kepada masyarakat supaya tidak termakan oleh isu informasi dari perorangan atau lembaga yang memberikan informasi tidak kredibel.
“Selama ini kami memantau disini ada tiga orang tenaga agar memantau hal itu, dan kami tidak menemukan adanya isu hoaks yang bisa berakibat fatal terhadap kondusifitas daerah,” pungkasnya. (*)
Editor: Agus Priwandono











