SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Serang mendapatkan laporan dari para petani terkait lahan sawah yang terendam banjir akibat intensitas hujan yang tinggi, beberapa waktu terakhir.
Dari data yang diperoleh, ada sebanyak 278 hektare sawah yang tersebar di tiga kecamatan di Kabupaten Serang yang terendam banjir.
Kepala DKPP Kabupaten Serang, Suharjo, mengatakan, lahan pertanian yang terendam banjir akibat intensitas hujan yang tinggi di Kabupaten Serang tersebar di Kecamatan Pontang, Lebakwangi, dan Ciruas.
“Ada beberapa masih terendam hari ini, karena hujan lama kemarin hujan terus terendam. Mudah-mudahan kalau hari ini panas surut ya. Kita baru menerima hari ini laporan,” katanya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Senin, 18 Maret 2024.
Ia mengungkapkan, terendamnya sawah milik para petani di tiga kecamatan tersebut diakibatkan karena curah hujan yang sangat tinggi beberapa hari terakhir.
Selain itu, aliran air Sungai Ciwaka yang melintas di kawasan tersebut yang tidak mampu menampung debit air yang tinggi.
“Untuk luas sawah yang terdampal di Kecamatan Pontang 232 hektare, Lebakwangi 33 hektare, dan Ciruas 13 hektare,” jelasnya.
Sementara itu, menurut Analis Kebijakan Ketahanan Pangan Muda pada DKPP Kabupaten Serang, Mahmud, untuk kondisi padi yang terendam banjir di tiga kecamatan itu masih aman dan belum ada yang puso.
“Sampai saat ini belum ada laporan puso, hanya terancam puso saja,” tegasnya.
Ia menceritakan jika kejadian paling parah terjadi sejak tiga hari lalu yakni pada hari Kamis, Jumat, dan Sabtu. Selama iga hari itu intensitas hujan sangat tinggi sekali.
“Karena aliran airnya agak lambat, jadi banjir. Aliran kali Ciwaka. Kalau cuacanya panas panas seperti ini terus pasti surut, cuman kalau hujan terus bisa nambah parah,” tegasnya.
Ia mengatakan, usia rata-rata padi yang terendam banjir di tiga wilayah tersebut berkisar mulai usia 5 sampai dengan 30 hari. Dimana pada usia tersebut dapat puso apabila terendam air selama lebih dari 14 hari.
“Di usia itu, kalau misal ga surut-surut, itu sekitar 10 hari lagi puso, makanya mudah-mudahan cuaca dan aliran airnya minimal segera surut mudah-mudahan bisa terselamatkan,” tegasnya.
Lebih lanjut, apabila terjadi puso, pihaknya akan mengajukan cadangan benih daerah kepada pemprov banten untuk memberikan bantuan benih kepada para petani.
“Kita akan mengajukan cadangan benih daerah dari provinsi, benihnya tapi untuk menangani kalau puso,” pungkasnya.
Salah seorang petani asal Kragilan, Jana, mengaku jika banjir juga sempat merendam sawahnya yang berada di Kecamatan Kragilan.
“Kemarin di sini juga terendam banjir, ini hampir semua terendam,” katanya.
Ia mengaku merasa khawatir dengan kondisi cuaca akhir-akhir ini dimana intensitas hujan yang cukup tinggi. Hal itu lantaran tanaman padi miliknya saat ini akan mulai memasuki masa panen. Ia khawatir, apabila terjadi banjir kembali, akan menyebabkan gagal panen.
“Semoga saja ga banjir lagi, karena kalau banjir lagi khawatir nanti ga bisa panen,” pungkasnya. (*)
Editor: Agus Priwandono

