LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID- Dampak cuaca curuk, megakibatkan harga ikan laut di Pasar Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, mengalami kenaikan drastis dalam beberapa hari terakhir.
Salah satu nelayan, Toni mengatakan, kenaikan sudah berlangsung beberapa hari lalu. Menurutnya, kenaikan disebabkan karena langkanya ikan di pasaran karena nelayan yang tak melaut di sejumlah pelabuhan.
“Karena cuaca buruk, banyak nelayan yang takut untuk melaut, makannya harga ikan naik, terus ikan laut menjadi langka,” kata dia kepada RADARBANTEN.CO.ID, Selasa, 26 Maret 2024.
Diketahui, jenis ikan yang harganya naik di antaranya, ikan tongkol dari Rp 25.000 naik menjadi Rp 35.000 per kilogram, Ikan kembung dari harga Rp 25.000, menjadi Rp 30.000 per kilogram, dan ikan tenggiri dari Rp 80.000 menjadi Rp 100.000 per kilogram.
Selain itu, ikan laut lainnya yang juga ikut naik, seperti cumi yang semula Rp 50.000, kini menjadi Rp 70.000 per kilogram. Udang ukuran besar dari Rp 80.000, menjadi Rp 100.000, dan udang ukuran sedang menjadi Rp 80.000 dari harga normal Rp 60.000 per kilogram.
Toni mengungkapkan, kenaikan terjadi pada semua jenis ikan laut yang naik secara drastis di Pasar Rangkasbitung, akibat banyak pelanggan yang mengeluh dengan harga tersebut.
“Kenaikan semua jenis ikan laut di kisaran 50 persen. Banyak juga pelanggan yang ngeluh, kadang ada yang nawar, kadang juga ada yang mengurangi kiloan pembelian,” terangnya.
Menurutnya, kenaikan harga ikan merupakan dampak cuaca buruk yang melanda wilayah Lebak Selatan sehingga menyebabkan pasokan ikan di pasaran berkurang akibat nelayan sulit melaut.
“Cuacanya lagi buruk, jadi stok ikan juga berkurang, makanya harganya naik drastis,” paparnya.
Pembeli ikan, Mimin mengaku, sangat keberatan harga ikan di Lebak mengalami kenaikan.
“Kaget juga pas saya beli harga ikan naik, terus karena tau naik saya kurangi kiloannnya, terus tempat saya biasa membeli ikan juga ada yang tutup,” tandasnya.
Editor : Merwanda











