PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pandeglang mengingatkan warga yang mengalami gejala tuberkulosis (TBC) seperti batuk terus menerus agar segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2) Dinkes Pandeglang Dian Handayani mengungkapkan, gejala TBC pada umumnya batuk kering atau berdahak selama dua minggu disertai demam meriang, sesak nafas, berat badan menurun, nafsu makan menurun, dan berkeringat di malam hari meskipun tidak berkegiatan.
“Ya masyarakat jika ada gejala TBC untuk segera diperiksa, kalau obat di program ada anti TBC dan itu bisa didapatkan disemua fasilitas layanan kesehatan baik itu rumah sakit pemerintah maupun swasta, obatnya itu didapatkan secara gratis,” ungkapnya, Kamis 4 April 2024.
Dikatakannya, Dinkes Pandeglang menetapkan target untuk menemukan dan mengobati 3.829 kasus TBC setiap tahunnya sebagai bagian dari upaya eliminasi penyakit tersebut. Meskipun demikian, capaian pada tahun ini sebanyak 3.755 kasus, atau sekitar 98 persen dari target yang ditetapkan.
“Kemudian di tahun 2024 targetnya dinaikkan karena kita mau mengeliminasi TBC di tahun 2030 jadi inginnya kita menemukan pasien sebanyak-banyaknya kemudian kita obati sehingga tidak akan ada penularan lagi,” katanya.
Menurutnya, penyakit TBC dapat disembuhkan dengan syarat bahwa pengobatan harus dilakukan secara rutin dan hingga selesai.
“Insyaallah kalau minum obatnya rutin jangan belang bentong, biasanya kendala kita tuh seperti itu, harus rutin insyaallah sembuh, kalau enggak rutin bisa resistensi obat, jadi ketika sakit obat yang diminum tak lagi efektif.
Penyakit TBC dapat sembuh selama 6 sampai 12 bulan lamanya jika rutin terus dilakukan perawatan dan pengobatannya untuk mematikan bakteri atau kuman tersebut.
“Jadi ketika sakit terus minum obat, nah obat yang sama itu enggak akan mempan biasa disebut resistensi obat, itu harus ke klinik kedua harus dinaikkan lagi dosisnya jadi nggak mempan sama klinik pertama,” katanya.
Selanjutnya, dia menyarankan agar masyarakat yang mengalami gejala TBC segera mendatangi puskesmas terdekat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan. “Semua puskesmas itu bisa melakukan mikroskopis tuberkulosis sendiri di puskesmas-nya,” pungkasnya.
Editor: Abdul Rozak











