SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Komisi V DPRD Provinsi Banten mendorong agar Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan untuk menyosialisasikan pelayanan digital kepada masyarakat.
Ketua Komisi V DPRD Banten, Yeremia Mendrofa mengatakan, berdasarkan informasi yang ia peroleh, BPJS Ketenagakerjaan sudah memiliki layanan digital berupa aplikasi Jamsostek Mobile (JMO), yang sudah tersedia di Playstore maupun Appstore.
Aplikasi JMO itu disebut dapat mempercepat proses layanan baik itu pendaftaran kepersetaan maupun mengklaim jaminan sosial.
Namun, kata Yeremia, aplikasi itu belum tersosialisasikan menyeluruh kepada masyarakat.
“Harapan kami pertama berkaitan dengan sosialisasi, untuk terus dimasifkan baik sosialisasi melalui perusahaan perusahaan yang bekerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan, kemudian sosialisasi berkaitan dengan produk pelayanan BPJS dan proses lainnya ke masyarakat di Provinsi Banten baik melalui media online, cetak dan juga media outdoor dengan terjun langsung kepada masyarakat,” kata Yeremia saat mengundang BPJS Ketenagakerjaan Banten ke kantor DPRD Banten, Kota Serang, Kamis, 6 Juni 2024.
Katanya, dengan memanfatkan apliaksi digital sendiri maka selain menjadikan pelayanan lebih transfaran, juga mempercepat proses pelayanan. Sehingga antrian peserta BPJS Ketenagakerjaan yang hendak mengklaim jaminan sosial mereka di kantor Cabang Serang beberapa hari yang lalu bisa terhindar.
Yeremia juga berharap kepada BPJS Ketenagakerjaan Banten untuk meningkatkan pelayanan dengan membuat terlebih dahulu peta permasalahan seputar pelayanan di berbagai kantor cabang.
“Peta permasalahan itu penting guna mengetahui inti permasalahan dan bagaimana cara mengatasinya. Kita ingin adanya action langsung dalam upaya peningkatan pelayanan publik,” harapnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Banten Kunto Wibowo mengatakan, antrian panjang dari dini hari yang terjadi di kantor cabang BPJS Ketenagakerjaan Serang beberapa hari yang lalu disebab kan oleh beberapa faktor.
Diantaranya ialah loncakan peserta yang mengklaim jaminan sosial baik itu jaminan kematian, atau pun jaminan kehilangan pekerjaan. Lonjakan itu dipicu oleh adanya Pemecatan Hubungan Kerja (PHK) massal yang dilakukan oleh salah satu perusahaan besar di Banten.
Walaupun begitu, Kunto menyampaikan komitmennya untuk meningkatkan pelayanan di internal BPJS Ketenagakerjaan yang tersebar di 14 cabang se Banten.
“Sesuai komitmen saya, kita melakukan penataan secara internal di terutama di cabang Serang, tapi saya tidak hanya akan konsen di cabang Serang, ya tapi di seluruh cabang. Saya harus memastikan 14 kantor cabang kita di Provinsi Banten ini siap melayani setiap peserta yang datang,” kata Kunto.
Dirinya memastikan, BPJS Ketenagakerjaan akan melayani setiap peserta yang datang baik itu ke kantor cabang ataupun melalui aplikasi JMO.
“Jadi silakan peserta yang mau datang melakukan klaim atau informasi bisa datang ke kantor-kantor kita yang paling dekat, juga bisa menggunakan kanal-kanal digital ada kanal JMO, ada web kita di BPJS ketenagakerjaan.go.id dan kanal lainnya,” katanya.
Kunto juga meminta kepada masyarakat untuk turut aktif memberikan saran atau laporan tentang pelayanan di kantor BPJS Ketenagakerjaan.
“Kemudian jika ada keluhan-keluhan bisa sampaikan melalui kanal customer service kita di 175, cukup tekan 175 melalui HP nanti bisa ditanyakan di sana. Kalaupun ada yang harus dilaporkan misalnya enggak dapat antrian dan lain sebagainya bisa diadukan lewat sana,” pintanya.
“Intinya kita pasti akan terus meningkatkan pelayanan, agar semua orang bisa mengaksesnya secara cepat dan mudah,” pungkasnya. (*)
Editor: Agus Priwandono











