PANDEGLANG,RADARBANTEN.CO.ID–Sejumlah pejabat publik, termasuk Penjabat (Pj) Gubernur Banten Al Muktabar, melakukan takziah ke rumah duka Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Banten, KH Tb Hamdi Ma’ani Rusydi, di Pondok Pesantren Mathla’ul Anwar Linahdlatil Ulama (MALNU), Menes, Pandeglang, Banten.
Terlihat Al Muktabar mengenakan kemeja putih dibalut jaket hitam saat melayat dan berdoa di kediaman almarhum KH Tb Hamdi Ma’ani Rusydi.
Pj Gubernur Banten Al Muktabar mengaku merasa kehilangan dengan wafatnya ulama berwibawa dan disegani, KH Tb Hamdi Ma’ani Rusydi. Al Muktabar menyebut almarhum telah memberikan kontribusi besar dalam membimbing umat dan memajukan pendidikan Islam di Banten.
“Mudah-mudahan kiprah almarhum semasa hidup dicatat sebagai kebaikan untuk dibawa ke alam barzah. Kami merasa kehilangan dengan meninggalnya beliau,” ujar Al Muktabar, Jumat 7 Juni 2024.
Kepergian KH Tb Hamdi Ma’ani Rusydi meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat, pejabat pemerintahan baik kabupaten maupun provinsi Banten, khususnya para pengurus MUI, pimpinan pondok pesantren, serta umat Islam di Provinsi Banten.
“Semoga amal ibadah almarhum diterima dan segala dosa diampuni oleh Allah SWT. Serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan,” ujar salah satu pelayat.
Bupati Pandeglang Irna Narulita juga menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Banten, KH Tb Hamdi Ma’ani Rusydi.
“Turut berdukacita yang mendalam atas wafatnya Abah KH Tb Hamdi Ma’ani Rusydi, Ketua Umum PB MALNU dan Ketua MUI Banten. Baru kemarin kami hadir di walimatusafar mengantarkan doa keberangkatan Abah. Ya Allah, semoga amal ibadah dan kebaikan Abah Hamdi diterima oleh-Mu. Tempatkanlah Abah di tempat terbaik-Mu dan berikan ketabahan serta keikhlasan kepada keluarga yang ditinggalkan, amin,” ucap Irna.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, KH Hamdi Ma’ani meninggal dunia setelah sempat pingsan di hotel transit Al-Asheel, Jeddah, di kamar nomor M04.
Saat itu, KH Hamdi Ma’ani berada di kamar bersama Gus Muchib Aman Aly dari Pasuruan dan seorang petugas haji. Setelah beristirahat sebentar, rombongan Mustasyar Diiniy sedianya akan melanjutkan perjalanan ke Mekah untuk menunaikan umrah.
Peristiwa itu terjadi begitu cepat. Ketiga orang tersebut sempat menunaikan salat Maghrib-Isya secara jamak ta’khir qashar berjemaah, dengan Gus Muchib sebagai imam.
KH Hamdi Ma’ani sudah mengenakan kain ihram bagian bawah. Seusai salat, KH Hamdi mengambil tas koper di luar kamar dan membawanya masuk ke kamar.
Sementara itu, Ahmad Shal Mahfud, anak dari almarhum KH Tb. Hamdi Ma’ani, mengungkapkan bahwa almarhum berangkat pada Kamis dini hari.
“Beliau berangkat jam satu malam, tiba di bandara jam 6 pagi, dan mulai masuk imigrasi jam 9. Pesawatnya take off jam 12 siang,” ungkapnya, Jumat 7 Juni 2024.
Setibanya di Bandara King Abdul Aziz, almarhum sempat mandi, bersih-bersih, dan makan sebelum melaksanakan salat berjamaah.
“Setelah salat berjamaah, almarhum ke kamar hotel untuk mengambil sesuatu. Namun, beliau tak kunjung kembali. Ketika disusul, beliau ditemukan sudah pingsan,” ujarnya.
KH Tb. Hamdi Ma’ani segera dilarikan ke rumah sakit setempat. Namun, dokter menyatakan beliau telah meninggal dunia sekitar pukul 23.30 WIB atau 03.30 waktu Indonesia.
“Hasil musyawarah keluarga, setelah konsultasi dengan pihak Arab Saudi, kami sepakat dan ikhlas untuk memakamkan almarhum di Arab Saudi,” tambahnya.
Sebelumnya diberitakan, Telah berpulang ke Rahmatullah, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Banten KH Tb Hamdi Ma’ani Rusydi dalam perjalanan menjalankan ibadah haji.
Menurut informasi di WhatsApp grup MUI Banten, KH Hamdi wafat pada hari Jumat, 7 Juni 2024 WIB (Waktu Jeddah Saudi Arabia) dalam perjalanan menunaikan Ibadah Haji Tahun 1445 H/2024 M. (*)
Reporter: Moch Madani Prasetia
Editor: Agung S Pambudi

