CILEGON,RADARBANTEN.CO.ID-Partai Amanat Nasional (PAN) menjajaki koalisi dengan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menghadapi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Cilegon 2024.
Hal itu dibuktikan dengan pertemuan Ketua DPD PAN Kota Cilegon Alawi Mahmud yang menyambangi Ketua DPC PPP Kota Cilegon Sahruji di Sekretariat DPC PPP Kota Cilegon pada Minggu 9 Juni 2024 kemarin.
Saat dikonfirmasi RADARBANTEN.CO.ID, Alawi Mahmud tidak menampik bahwa pertemuan tersebut sebagai sarana membangun komunikasi politik jelang Pilkada Kota Cilegon mendatang.
Dirinya menyebut bahwa pertemuan pertama itu masih sebatas menyelaraskan pemikiran untuk pembangunan Kota Cilegon.
“Tidak ada komunikasi istimewa sih semua terbuka,” ujarnya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Selasa 11 Juni 2024.
Alawi Mahmud juga mengungkapkan, dari pertemuan tersebut DPC PPP Kota Cilegon menyatakan terdapat dua opsi jika ingin berkoalisi dengan PPP.
Pertama adalah siap mendukung dengan catatan memiliki kesamaan dengan Visi Misi PPP, sementara opsi yang kedua adalah DPC PPP Kota Cilegon memposisikan sebagai calon Walikota Cilegon.
“Kalau tidak tercapai C1 (Calon Walikota Cilegon) maka PPP sepertinya tidak membuat poros pasangan,” ungkap Alawi.
Alawi juga menyatakan dalam dunia politik semua kemungkinan bisa terjadi, termasuk berkoalisi dengan PPP.
“Dalam dunia politik serba mungkin (terjadi-red) tergantung negosiasi deal atau tidak dan yang paling utama adalah persepsinya terbangun atau tidak,” katanya.
Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Kominfo DPD PAN Kota Cilegon, Didi Iskandar mengatakan, pada pertemuan tersebut, selain bersilaturahmi pihaknya menginginkan agar PPP dapat bergabung serta mengambil peranan penting dalam Pemilihan Kepala Daerah di Kota Cilegon.
Menurutnya, dalam komunikasi yang dibangun antara PAN dan PPP sudah menunjukan nilai keharmonisan seperti di Pilkada 2020. Yang mana, bersama-sama di koalisi yang sama.
“Makanya saya harap, bisa merajut kembali tentang satu tujuan yaitu bersama-sama membangun Kota Cilegon,” katanya
Terpisah, Ketua DPC PPP Kota Cilegon Sahruji saat dihubungi RADARBANTEN.CO.ID perihal pertemuan dengan PAN Kota Cilegon baik melalui pesan atau telefon dirinya masih belum merespon.
Pengamat Politik The Sultan Center Cilegon, Edi M Abduh menilai bahwa pertemuan tersebut jika terbangun koalisi akan menjadi poros tengah dalam kontestasi Pilkada Kota Cilegon tahu ini.
Terlebih, PAN dan PPP sama-sama meraih kursi DPRD Kota Cilegon yang cukup signifikan di Pemilihan Legislatif (Pileg) 2024 lalu.
“Iya penjajakan untuk koalisi PAN dan PPP itu bisa juga menjadi kuda hitam di perpolitikan Kota Cilegon tapi dengan syarat mesin politik kedua partai itu bergerak,” pungkasnya.
Pengamat lainnya, Ketua Presidium Jaringan Demokrasi (JaDI) Banten, Syaeful Bahri mengatakan, jika PAN dan PPP berkoalisi itu sudah cukup untuk mendaftarkan calon Walikota dan Wakil Walikota Cilegon di Pilkada mendatang karena sudah melebihi dari 20 persen kursi di parlemen.
“Jika benar itu terjadi, maka pasangan ini bisa menjadi kuda hitam di Pilkada Cilegon nanti, dan kompetitor yang tidak dianggap remeh karena pasangan Sahruji Alawi ini kan gabungan politik berbasis geografis Grogol Merak dan basis Ciwandan Citangkil,” katanya.
“Jadi kalau pasangan ini jadi tentu bisa jadi pasangan ini bisa merepotkan petahana,” tukasnya. (*)
Reporter: Raju
Editor: Agung S Pambudi











