LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Banyak kritkan dari warga di beberapa desa Kabupaten Lebak yang resah dengan kondisi jalan desa yang rusak bertahun-tahun. Kritikan tersebut, akhirnya mendapatkan respons dari Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Lebak, Irvan Suyatupika.
Disebutkannya, total ada sepanjang 1.600 kilometer jalan desa di seluruh Lebak yang kondisinya rusak. Diketahui ribuan kilometer jalan tersebut merupakan jalan poros desa yang sudah ditetapkan.
“Kalau bicara jalan berdasarkan survei yang dilakukan DPUPR Lebak dan dibantu aparatur desa yang mengantar, kita tetapkan jalan desa itu jalan poros ya, yang menghubungkan antar desa ada 1.600 kilometer di seluruh Kabupaten Lebak,” kata Irvan kepada RADARBANTEN.CO.ID, Senin 24 Juni 2024.
Ia menjelaskan, terkait dengan penanganan jalan desa oleh Pemkab Lebak. Menurutnya penangan oleh pihaknya sangat terbatas karena anggaran yang tersedia.
“Kita ada penanganan ya, tapi tidak semua tertangani. Karena hanya ada beberapa ruas yang bisa kita tangani. Itu pun hanya ada anggaran 20 miliar untuk jalan desa, sisanya kita masih fokus ke jalan kabupaten,” terangnya.
Irvan menuturkan, pemerintah desa di seluruh harus aktif dan ikut serta dalam penangan jalan di desanya masing-masing yang kondisinya rusak.
“Kalo masyarakat desa dan pemerintah desa itu berpikirnya, ini jalan desa cuma 5 kilometer. Nah anggaran kita tidak kuat membangun jalan tersebut, karena kalo harus tuntas langsung kan gak mungkin. Makanya pemerintah desa itu harus mencicil dan memperbaiki jalan yang rusak,” tandasnya.
Sementara itu, Adnan warga Desa Rangkasbitung Timur, berharap jalan desa yang di kampungnya mendapat intervensi dari pemerintah Kabupaten Lebak.
“Kondisi jalan di tempat saya ini rusak sudah lama, terakhir di bangun pada tahun 2008, dan hingga saat ini sudah rusak lagi,” tuturnya.
Ia mengaku, selama ini pemerintah tidak memperhatikan dan melihat jalan di desanya rusak, padahal kondisinya sudah parah.
“Sangat aneh sudah belasan tahu jalan rusak, tapi hingga sekarang belum ada pembangunan sangat aneh, kemanan anggaran desa yang nilainya milirian ya,” tandasnya. (*)
Editor: Agus Priwandono

