SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Apabila ada kuota kosong saat penerimaan peserta didik baru (PPDB) tingkat SMA negeri di Banten tahun pelajaran 2024/2025, Pj Gubernur Banten Al Muktabar mengaku akan memprioritaskan siswa kurang mampu atau jalur afirmasi.
Berdasarkan data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten, jumlah pendaftar penerimaan peserta didik baru (PPDB) tingkat SMA, SMK, dan SKh negeri di Banten tahun pelajaran 2024/2025 hingga Rabu, 3 Juli 2024 siang sudah mencapai 81.425 orang.
“Prioritaskan kepada keluarga tidak mampu yang berkeinginan kepada fasilitas sekolah negeri,” ujar Al.
Kata dia, nanti ada masa jeda satu pekan untuk mengevaluasi kuota-kuota yang tidak terpenuhi, akan diprioritaskan bagi keluarga kurang mampu. “Tapi benar-benar faktual, kita prioritaskan untuk diterima di sekolah negeri,” terangnya.
Ia mengaku, ada persyaratan yang harus dipenuhi bagi siswa yang mendaftar jalur afirmasi. Salah satunya adalah bukti keikutsertaan program penanganan keluarga tidak mampu dari pemerintah pusat atau pemerintah daerah. Misalnya, Kartu Indonesia Pintar yang masih aktif, kartu program keluarga harapan dari kementerian, dan bukti keikutsertaan program penanganan keluarga tidak mampu atau jaminan sosial dari pemerintah daerah.
Al mengimbau semua masyarakat untuk mengikuti aturan PPDB yang telah diatur. “Mohon untuk semua melaksanakan karena semua ada aturannya. Kita sama-sama menjaga melaksanakan aturan itu, sehingga nanti dengan aturan yang dilaksanakan bersama, baik bagi bersama,” tutur pria yang masih menjabat sebagai Sekda Banten definitif ini.
Editor : Merwanda

