LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Samudi (66), warga Kampung Kampung Cipalit, Desa Banjarsari, Kecamatan Warunggunung, Kabupaten Lebak, tinggal di gubuk reyot. Kehidupan ini dilakoninya selama 10 tahun.
Diungkapkannya Samudi, ia sudah 10 tahun mendiami gubuk reyot yang terbuat dari bambu dan beratap terpal. Saat ini dirinya tinggal sebatang kara, jauh dari sanak saudaranya.
“Saya tinggal sekitar 10 tahun, jadi istri sudah meninggal saya hidup sebatang kara,” kata Samudi saat berada di rumahnya tersebut, Senin, 8 Juli 2024.
Ia mengugkapkan, kondisi tempat tinggalnya semakin parah jika terjadi hujan deras, karena keadaan rumah yang bocor dan bisa saja roboh.
“Kalau ada hujan bocor, dan takut roboh. Ya mau gimana lagi, pasrah aja,” ujarnya.
Ia menambahkan, semoga ada dermawan yang membantu untuk membangunkan rumahnya. Menurutnya, dengan kondisi dirinya saat ini, yang bekerja serabutan sangat sulit untuk membangun rumahnya.
“Berharap ada bantuan dari pemerintah untuk bangun rumah, kalau bantuan BLT ada,” tandasnya.
Diketahui, anak Samudi sudah sudah berumah tangga di luar daerah, namun karena keterbatasan ekonomi yang menyebabkan tidak bisa pulang menemui kondisi orang tuanya tersebut.
Sementara itu, Eka Darmana Putra Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Lebak, mengungkapkan pihaknya akan menindaklajuti dan membantu kondisi yang dialami oleh kakek Samudi.
“Sudah kita respon. Kita chek belum punya KTP/KK operator desa sedang membantu proses perekamannya,” singkat Eka saat dihubungi.
Ia menambahkan, sekira pukul 14.00 WIB dari BAZNAS Lebak dan Relawan BPBD, pihak Pemerintah Desa Banjarsari dan Pemerintah Kecamatan Warunggunung sudah ke lokasi lansia.
“Kades Banjarsari akan segera membawa lansia tersebut ke Gedung Balai Warga dan mengupayakan secepatnya memperbaiki rumah/saung, yang posisinya ada di kebun jauh dari warga sekitar,” tandasnya. (*)
Editor: Agus Priwandono











