KOTA TANGSEL, RADARBANTEN.CO.ID — Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Benyamin Davnie memastikan pembentukan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang akan mengelola pasar tidak terkendala kebijakan efisiensi anggaran.
Benyamin mengatakan, anggaran penyertaan modal untuk Perseroda Pasar pada dasarnya sudah tersedia dan saat ini masih dititipkan di Perseroda Pembangunan Investasi Tangerang Selatan (PITS).
Karena itu, menurutnya, proses pembentukan BUMD baru tersebut tidak terpengaruh kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah daerah.
“Uangnya sudah ada, di PITS sudah ada. Jadi, sejak awal uangnya memang sudah ada di PITS. Jadi, nggak terpengaruh dengan soal efisiensi,” kata Benyamin, belum lama ini.
Ia menjelaskan, penyertaan modal tersebut nantinya akan mengikuti proses pembentukan Perseroda Pasar setelah peraturan daerah (Perda) ditetapkan.
Setelah itu, kewenangan, personel, serta aset yang berkaitan dengan pengelolaan pasar akan dialihkan kepada Perseroda Pasar.
Benyamin menyebutkan, saat ini sebagian pengelolaan pasar masih berada di bawah Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag). Sementara itu, tiga pasar telah dikelola oleh Perseroda PITS.
Ke depan, seluruh pasar di Tangsel ditargetkan berada di bawah pengelolaan Perseroda Pasar. Saat ini, Tangsel memiliki delapan pasar tradisional dan tiga pasar modern.
“Begitu Perseroda ini jadi Perda, direksinya ada, delegasi kewenangan, personel kita pindahkan, maka anggaran juga akan mengikut,” ujarnya.
Benyamin menargetkan Perda pembentukan Perseroda Pasar dapat rampung tahun ini. Setelah itu, pada tahun depan, pemerintah daerah akan melakukan seleksi jajaran direksi dan komisaris melalui panitia seleksi yang profesional dan terbuka.
Ia berharap pengelolaan pasar oleh Perseroda dapat dilakukan secara lebih profesional, mulai dari pengelolaan aset, mekanisme pasar, hingga penyediaan kebutuhan pokok masyarakat.
Benyamin juga menilai pengelolaan retribusi pasar selama ini masih belum optimal. Karena itu, pembentukan Perseroda Pasar diharapkan dapat memperbaiki tata kelola sekaligus meningkatkan kontribusi terhadap pendapatan daerah.
Reporter: Syaiful Adha – Editor Aas Arbi

