SERANG,RADARBANTEN.CO.ID-Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Serang menyebut, vaksin polio tidak memiliki efek gejala yang serius kepada anak, setelah diberikan untuk pencegahan penyakit polio.
Kepala Dinkes Kota Serang, Ahmad Hasanuddin mengatakan, vaksin polio itu merupakan agenda pemerintah pusat dalam rangka Pekan Imunisasi Nasional (PIN) yang dilakukan serentak di seluruh Indonesia selama satu pekan.
“Kemudian, kalau ada yang tertinggal maka kita akan lakukan sweeping selama lima hari. Sehingga, harapannya 102 ribu harus terimunisasi, tervaksinasi polio,” ujarnya, Selasa 23 Juli 2024.
Dijelaskannya, gejala polio yang menyerang kepada anak yaitu berupa lumpuh layuh. Acute Flaccid Paralysis (AFP) atau biasa dikenal dengan lumpuh layuh merupakan kelumpuhan yang sifatnya lemas, terjadi mendadak dalam 1-14 hari dan bukan disebabkan ruda paksa/ trauma yang dialami oleh anak usia kurang dari 15 tahun. Salah satu penyebab AFP adalah virus Polio.
“Dan gejala apabila anak-anak kita terkena polio adalah lumpuh layuh. Bayangkan yang tadinya lahir normal tiba-tiba terkena polio, tidak lama kemudian lumpuh, orangtua mana yang tidak menangis? Oleh karena itu silahkan datang ketempat vaksinasi polio,” katanya.
Menurutnya, vaksinasi yang diberikan itu akan diteteskan kepada anak sebanyak dua tetes. Vaksin itu juga disebut gratis dan tidak dipungut biaya.
“Vaksin hanya ditetes sebanyak dua tetes, rasanya manis. Gratis tidak dipungut biaya. Yang jelas, satu botol itu untuk 50 anak balita yang usia 0-7 tahun. Termasuk anak usia delapan tahun kurang satu hari,” jelasnya.
Dia juga menjamin, vaksinasi itu tidak akan berdampak serius kepada anak. Soalnya, hingga saat ini belum ada laporan, selain demam biasa.
“Dari 10 juta anak di dunia yang telah di vaksin polio, hingga saat ini belum ada laporan ada gejala yang serius. Kalaupun demam itu bisa saja atau juga tidak. Target kami itu 95 persen yang harus dicapai dari 102 ribu,” tuturnya.
Reporter: Nahrul Muhilmi
Editor: Agung S Pambudi

