LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Sungguh malang nasib yang dialami oleh pasangan suami istri Aan Suherman (34) dan Mulyati (30) warga Kampung Tambak, Desa Tambakbaya, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak, yang hidup memprihatinkan dengan penghasilan Rp20 ribu sehari-hari.
Aan mengungkapkan, dirinya hanya bekerja serabutan dan menjala ikan ditepi sungai untuk dijual kembali di kampungnya. Dengan jualan tersebut, dirinya menyebutkan untuk makan sehari-hari mereka kesulitan, karena penghasilannya hanya Rp20 ribu rupiah.
“Jadi seadanya aja, karena keadaannya kaya gini. Asal bisa buat makan aja untuk istri dan dua orang anak saya,” kata Aan saat berada di rumahnya, Jumat 13 September 2024.
Dirinya mengungkapkan, dengan kondisi rumahnya yang reyot saat ini belum bisa memperbaikinya. Karena keterbatasan penghasilan dan pekerjaan yang dilakukannya serabutan.
“Kondisi rumah sudah lima tahun Kondisi seperti ini bocor dan reyot. Paling yang utama kita harus bersabar dengan keadaan ini,” terangnya.
Sementara itu, Mulyati menuturkan tidak mampu untuk membangun atau merenovasi rumah karena suaminya pekerja serabutan. Bahkan dirinya mengaku pernah tidak makan.
Untuk menghidupi keluarganya, Suaminya hanya menjala ikan di sungai Ciujung dan menjulanya ke tetangga.
“Suami kan nganggur cuama seraburan, harus gimana lagi dah Udah kayak gini nasibnya,” tuturnya.
Dirinya berharap memiliki rumah seperti orang lain pada umumnya. Semoga kedepannya dia bersama keluargamua bisa mendapatkan rumah yang layak.
“Sedih, pengen punya rumah kaya orang-orang biar ga kebocoran,” harapnya.
Reporter: Nurandi
Editor: Aditya

