KABUPATEN TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Perumda Pasar Niaga Kerta Raharja (NKR) melalui Pasar Cisoka Kabupaten Tangerang membentuk kelompok kerja (Pokja) Pastana (Pasar Tangguh Bencana) yang terdiri dari unsur pedagang dan masyarakat sekitar pasar.
Pembentukan Pokja Pastana tersebut lantaran Pasar Cisoka menjadi pilot project program tersebut.
Direktur Operasional Perumda Pasar NKR, Ashari Asmat mengungkapkan, pembentukan Pokja Pastana Pasar Cisoka dilakukan oleh tim pendamping Pastana yang terdiri dari BPBD Kabupaten Tangerang, Perumda Pasar NKR dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan. Selanjutnya, Forum PRB-API Kabupaten Tangerang, serta Wahana Visi Indonesia, dengan supervisi dari BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana).
“Alhamdulillah, usai pembentukan Pokja Pastana, juga telah dilakukan pelatihan teori waspada bencana oleh tim pendamping yang dilakukan di Pasar Cisoka ini,” ujar Ashari, Kamis 19 September 2024 melalui telepon seluler.
Kata Ashari, selanjutnya akan ada pelatihan Pokja Pastana Pasar Cisoka, dengan melakukan latihan penanggulangan kebakaran dan kegiatan simulasi evakuasi mandiri di Pasar Cisoka yang akan dilaksanakan dari 18 hingga 19 September 2024.
Pelatihan ini bertujuan untuk melatih dan meningkatkan kewaspadaan serta kecakapan dalam menanggulangi kebakaran jika sewaktu-waktu terjadi di lingkungan pasar, serta mampu melakukan evakuasi mandiri.
Ashari mengatakan, sasaran dari kegiatan ini adalah pedagang Pasar Cisoka, pengelola Pasar Cisoka dan mayarakat sekitar. Dengan harapan, peserta yang mendapat sosialisasi dan pelatihan ini dapat memberikan penjelasan kepada orang lain tentang bahaya kebakaran serta penanganannya.
“Jadi, kemarin dan hari ini dilakukan pelatihan teknik dasar memadamkan api dengan cara tradisional seperti penggunaan kain atau handuk basah, yang dilanjutkan dengan cara modern seperti menggunakan apar secara benar oleh pelatih dari BPBD Kabupaten Tangerang,” terangnya.
Dirinya menjelaskan, pelatihan simulasi seperti ini menjadi sangat penting, mengingat salah satu resiko bencana di Pasar yang cukup tinggi adalah kasus kebakaran. Untuk itu, perlu pengetahuan dari pedagang, pengelola pasar serta masyarakat sekitar sehingga bisa mengantisipasi dan melakukan penanganan dini jika terjadi kebakaran.
“Makanya perlu dilakukan simulasi ini dalam rangka pencegahan dan tanggap penanganan kebakaran di pasar-pasar dan kita harap semuanya bisa memahami pentingnya pelatihan ini,” jelasnya. Editor: Mastur Huda











