PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD-PK) Kabupaten Pandeglang mencacat ada 12 kejadian pohon tumbang terhitung sejak beberapa hari terakhir dari 3-7 November 2024.
Kepala Bidang Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD-PK) Pandeglang, Endan Permana mengatakan bahwa terdapat ada 12 kejadian pohon tumbang akibat cuaca ekstrim angin kencang dalam beberapa hari terakhir.
“Iya, karena musim pancaroba, cuaca kurang bersahabat. Kemarin juga terjadi di depan kantor, pohon tumbang, tapi hanya bagian dahan saja,” ungkap Endan, Sabtu 9 November 2024.
Menurut Endan, angin kencang tersebut mengakibatkan beberapa pohon tumbang yang menimpa rumah warga. Tercatat, lima rumah mengalami kerusakan akibat tertimpa pohon.
“Sebagian besar kejadian terjadi di wilayah selatan, termasuk di Kecamatan Pulosari. Di sana aksesnya sulit, sehingga penanganan dilakukan dengan bantuan warga setempat,” jelasnya.
Meski demikian, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kerugian material diperkirakan di bawah Rp 10 juta karena mayoritas rumah yang terdampak merupakan bangunan non-permanen.
“Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa, hanya kerusakan pada rumah warga,” kata Endan.
Adapun pohon tumbang di beberapa kecamatan, seperti Kecamatan Cibaliung, Pulosari, Jiput, dan Kaduhejo. Namun, data kejadian ini masih bersifat sementara karena pihak BPBD-PK Pandeglang masih dalam proses rekapitulasi.
BPBD-PK Pandeglang telah bergerak dengan mendistribusikan bantuan logistik kepada lima rumah yang terdampak pohon tumbang akibat angin kencang. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban warga yang mengalami kerusakan pada rumah mereka.
“Kami telah menyalurkan bantuan logistik kepada warga yang terdampak. Ini langkah awal kami untuk membantu pemulihan di lapangan,” ujarnya.
Selain itu, Endan mengimbau agar masyarakat tetap waspada terhadap kondisi cuaca yang saat ini mulai memasuki musim hujan disertai angin kencang.
Editor: Abdul Rozak












