PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto menyeruput kopi puhu di kedai kopi Bukit Sinyonya, Desa Bandung, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang.
Kopi Puhu ini merupakan olahan buah kopi hitam pilihan yang harum dan istimewa yang tumbuh di hutan semak belukar di Desa Bandung, kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang.
Kopi puhu ini sejenis kopi robusta, yang termasuk kopi paling tua karena sudah ada sejak 1840 hingga sekarang tumbuh subur di Desa Bandung.
Kopi puhu ini hasil panen dari memetik buah sudah tua di pohon kemudian dipetik, dikupas, pemecahan, penjemuran hingga menjadi powder dan bubuk.
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto mengatakan, cita rasa kopi puhu mantap.
“Kalau bapak dan ibu datang ke Pandeglang atau orang Pandeglang belum minum kopi puhu, ini saya saja baru nyicip masya Allah. Ayo minum kopi puhu,” katanya di Kedai Kopi Bukit Sinyonya di Desa Bandung, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang, Rabu, 13 November 2024.
Kopi Puhu rasanya enak. Kopi puhu merupakan kopi murni.
“Tanpa campur-campur. Kopinya mantap dan berharap dapat dikembangkan lebih luas lagi lahan tanamnya agar bisa diekspor,” katanya.
Kepala Desa Bandung Wahyu Kusnadiharja mengatakan, kopi puhu ini citarasa kopi Leuweung sesungguhnya.
“Kopi puhu ini kopi hitam pilihan yang harum dan istimewa kopi puhu sudah dikonsumsi secara turun temurun sejak tahun 1840,” katanya.
Kopi puhu tumbuh di hutan semak belukar di Desa Bandung, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang. Kopi puhu dalam proses pembuatannya tidak tersentuh tangan manusia dan tidak tersentuh bahan kimia.
“Kopi puhu dipanen matang langsung dari alam dengan memiliki kandungan kopi organik yang kaya akan manfaat dan tanpa campuran apapun. Sehingga menambah nikmat dan harum pada saat dikonsumsi,” katanya.
Editor : Aas Arbi











