PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID– Sektor pariwisata dan kebudayaan Kabupaten Pandeglang memiliki potensi besar yang harus terus dikembangkan. Namun, pengembangannya harus dilakukan secara berkelanjutan agar dapat memberikan dampak jangka panjang bagi masyarakat dan daerah. Hal ini disampaikan oleh budayawan sekaligus pejabat Dinas Pariwisata Provinsi Banten, Rohaendi yang menekankan pentingnya kolaborasi antar semua elemen masyarakat.
Rohaendi, yang juga menjabat sebagai Adhyatama Kepariwisataan, mengatakan, sektor pariwisata dan kebudayaan tidak boleh hanya dilihat sebagai upaya sesaat, melainkan harus dijalankan dengan pendekatan berkesinambungan. “Pengembangan pariwisata dan kebudayaan harus berjalan secara berkesinambungan. Sosialisasi dan pemahaman tentang potensi daerah harus terus digalakkan kepada masyarakat,” ujarnya, Minggu, 17 November 2024.
Menurutnya, sektor-sektor tradisional seperti pertanian, peternakan, dan perikanan perlu diberi perspektif baru. Dengan kreativitas dan inovasi, sektor-sektor ini dapat diubah menjadi sumber daya yang bernilai tinggi. “Masyarakat perlu menyadari bahwa pekerjaan seperti bertani, beternak, atau melaut bisa menjadi sumber penghidupan yang bernilai tinggi jika dikelola dengan inovasi dan kreativitas,” tegasnya.
Rohaendi menjelaskan, kebudayaan di Pandeglang kini mulai menggeliat berkat berbagai program kebudayaan dari pemerintah pusat. Salah satunya adalah program dana abadi kebudayaan yang bisa dimanfaatkan oleh daerah untuk pengembangan sektor ini. “Daerah harus proaktif menyusun rencana aksi agar bisa memanfaatkan dana abadi kebudayaan tersebut. Ini peluang besar bagi Banten untuk mengangkat potensi kebudayaannya,” ujarnya.
Meski terdapat Undang-Undang dan Peraturan Daerah (Perda) tentang kemajuan kebudayaan, Rohaendi menilai implementasinya di lapangan masih perlu diperkuat. “Sekarang sudah ada undang-undang dan Perda kemajuan kebudayaan, tapi jika pejabat yang menangani bidang ini tidak memahami isinya, maka undang-undang dan Perda hanya akan menjadi dokumen tanpa makna,” jelasnya.
Untuk itu, ia mendorong pentingnya adanya rencana aksi yang jelas agar kebijakan tersebut dapat diterapkan secara maksimal.
Selain itu, Rohaendi berharap para pelaku pariwisata dan kebudayaan di Pandeglang tidak terjebak dalam keluhan, melainkan menjadikan tantangan yang ada sebagai motivasi untuk maju. “Harapan saya, para pelaku wisata dan kebudayaan tidak terus-menerus berkeluh kesah, tetapi justru menjadikan kondisi saat ini sebagai energi untuk maju,” ujarnya dengan penuh semangat.
Ia menekankan, setiap individu memiliki potensi untuk berkreasi dan berinovasi. Tugas pemerintah, menurutnya, adalah menyediakan wadah yang tepat bagi para pelaku budaya dan wisata untuk mengoptimalkan potensi tersebut. “Tugas pemerintah adalah menyediakan wadah yang tepat sesuai dengan kemampuan para pelaku budaya dan wisata ini, sehingga mereka bisa mengembangkan potensinya secara maksimal,” pungkasnya.
Editor : Merwanda

