SERANG–Komisi Pemilihan Umum (KPU) Banten saat ini tengah menargetkan partisipasi pemilih sebanyak 75 persen dari total jumlah DPT sebanyak 8.926.662 jiwa di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Banten 2024.
Anggota KPU Banten Aas Satibi mengatakan, target partisipasi pemilih ini ditentukan dari total partisipasi pada pemilihan sebelumnya. Yang mana, pada Pilkada Banten sebelumnya, partisipasi pemilihnya masih di bawah 70 persen.
“Partisipasi Pemilu dengan Pilkada tentunya berbeda, yang mana Pemilu jumlahnya lebih banyak dibandingkan Pilkada. Dan pada Pilkada 2017 lalu, partisipasi pemilih di Banten hanya 61,97 persen,” ujar Aas kepada Radar Banten.
Aas mengatakan, Pemilu 2024 kemarin merupakan kontestasi nasional yang mana terdapat lima pemilihan sekaligus yakni Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, Pemilihan DPR RI, DPD RI, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten/kota.
Ia pun merinci jika pada Pemilu 2024 kemarin KPU menetapkan 8.842.646 jumlah pemilih. Dan pada hasil penghitungan perolehan suara pasangan calon presiden dan wakil presiden tingkat Provinsi, pengguna hak pilih hanya berjumlah 7.422.507 pemilih saja atau sekitar 83 persen.
“Sementara untuk Pilkada Banten 2017 lalu itu angka partisipasinya 61,97 persen. Angka golongan putih (Golput) yang tidak memilikinya juga masih masih tinggi di angka 38,03 persen,” ungkapnya.
Dikatakannya, kondisi ini menjadi perhatian khusus bagi pihaknya untuk bagaimana meningkatkan partisipasi pemilih pada Pilkada Banten 2024 ini. Pihaknya pun saat ini tengah gencar melakukan pendidikan pemilih melalui berbagai program seperti sosialisasi di media elektronik dan daring. Media luar ruang dan tatap muka.
Reporter: Yusuf Permana
Editor: Agung S Pambudi

