CILEGON,RADARBANTEN.CO.ID – Sejumlah pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Cilegon menyoroti kondisi organisasi yang menaungi para pelaku usaha tersebut.
Sorotan tak terlepas dari dinamika yang terjadi di tubuh Kadin Kota Cilegon selama ini termasuk dalam proses Mukota Kadin.
Wakil Ketua I Bidang Organisasi, Edi Haryadi menjelaskan, pernyataan sikap sejumlah pengurus itu menyikapi dinamika yang terjadi, salah satunya pada proses Mukota Kadin.
Dimana, sejak proses pembentukan panitia terjadi pro kontra karena sejumlah pengurus tidak dilibatkan dalam proses tersebut.
Kemudian, di tengah proses berjalan, terjadi pergantian panitia yang lagi-lagi tanpa sepengetahuan sejumlah pengurus.
Tak lama setelah pergantian kepanitian, salah satu kandidat Ketua Kadin Kota Cilegon ditetapkan sebagai tersangka oleh kepolisian.
Edi menjelaskan, sebagai pengurus Kadin 2019-2024, Ia dan sejumlah rekannya tersebut mendukung proses transisi ketua Kadin namun harus sesuai mekanisme organisasi dan dengan suasana yang sejuk dan kondusif.
“Kedua, terkait rencana pelaksanaan Mukota Kadin, kami berharap, ketua, pengurus, panitia, untuk menganalisis proses hukum yang tengah dihadapi salah satu kandidat. Ketiga, jika Mukota Kadin diselenggaran di tengah proses gugatan hukum yang sedang berjalan akan mempengaruhi keabsahan Mukota,” papar Edi ditemani sejumlah pengurus Kadin Kota Cilegon periode 2019-2024, Senin 25 November 2024.
Edi menegaksan, pihaknya tidak membela siapapun, namun menurutnya persoalan-persoalan tersebut harus disikapi dengan bijak.
Edi juga menyoroti soal eksistensi Kadin Kota Cilegon selama ini yang dinilainya sudah tidak sejalan dengan tujuan dan fungsi dibentuknya organisasi tersebut.

“Kami memandang sepertinya DNA Kadin Cilegon ini harus direset ulang, kembalikan fungsi dan tujuan awal organisasi. Sehingga kami sebagai masyarakat usaha ini juga bisa mendapatkan peluang dan kesempatan dalam usaha yang lebih nyaman,” ujar Edi.
Hal senada disampaikan oleh Ketua Komite Tetap Sumberdaya Kemaritiman Kadin Cilegon, Ahmad Yusdi.
Ikhwal kepanitian Mukota Kadin, Ia melihat ada indikasi kepentingan di luar kepentingan organisasi.
Tranparansi menjadi indikator dugaanya tersebut karena sebagai pengurus Kadin, dirinya mengaku lebih banyak tentang kepanitian dari pemberitaan.
“ermasalahan kepanitiaan, kita tidak dilibatkan, pertama terkait pergantian Wakil Ketua I, lalu pergantian kepanitian, saya melihat ada kepentingan di luar Kadin,” papar Yusdi.
Yusdi pun melihat Kadin saat ini tidak berperan sebagai organisasi yang menjadi tumpuan bagi para pelaku usaha.
Menurutnya, terjadi kekacauan di dunia usaha di Kota Cilegon namun hal itu tak mampu diantisipasi dan disikapi dengan baik oleh Kadin.
“Jangan sampai lagi terjadi seperti kemarin, ada investasi masuk triliunan, kita gigit jari, karena tidak ada lembaga yang mengayomi kita. Kalau Kadin dengan pemerintah daerah bersatu tidak akan ada lagi pengusaha lokal diabaikan,” papar Yusdi.
Sorotan tajam juga diutarakan oleh Ketua Komite Tetap Hubungan Industri dan SDM serta Kebijakan Ketenagakerjaan Kadin Cilegon, Taufikurohman.
Saat Kota Cilegon didatangi investasi, ironinya peran Kadin tidak terlihat sehingga menimbulkan banyak konflik.
“Kadin belum terasa, jangankan untuk masyarakat Cilegon, pengurusnya saja tidak. Jangankan ingin mendapatkan peluang usaha, terlihat saja tidak,” paparnya.
Seluruh pengurus Kadin Kota Cilegon yang hadir dalam momen tersebut sepakat siapapun yang terpilih sebagai Ketua Kadin Kota Cilegon harus bisa membawa Kadin Kota Cilegon sesuai jalur dan tujuan pendiriannya.
Ketua Kadin Kota Cilegon yang terpilih harus sosok yang mempunyai misi untuk Kota Cilegon bukan untuk kepentingan pribadi.
Ketua Kadin harus mampu bersinergi, menjadi mitra pemerintah daerah, bersatu untuk membangun kekuatan ekonomi di Kota Cilegon.











