SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Wilayah adat Baduy yang berada di Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak menjadi salah satu daerah rawan yang sulit diakses pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Banten 2024 ini. Demografi perbukitan membuat distribusi logistik Pilkada ini pun terpaksa harus dipanggul.
Koordinator Divisi Perencanaan dan Logistik pada KPU Banten Ahmad Suja’i mengatakan, di desa Kanekes ini terdapat 16 Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang distribusinya harus dipikul. Tidak bisa menggunakan kendaraan bermotor, karena sudah memasuki wilayah adat.
“Meski begitu, kita pastikan distribusi logistik ini berjalan dengan aman dan tepat waktu. InsyaAllah sudah diterima oleh KPPS di 16 TPS itu H-1 pemungutan,” kata Suja’i, Minggu 24 November 2024.
Katanya, KPU RI juga sifah berkunjung ke suku Adat Baduy di Leuwidamar guna memastikan proses pendistribusian logistik ke desa Kanekes dapat di terima oleh KPPS tepat waktu, dan jumlah.
Mantan Ketua KPU Pandeglang ini pun melaporkan, distribusi logistik berupa kotak suara pemilihan gubernur dan wakil gubernur, bupati dan wakil bupati serta walikota dan wakil walikota sudah berada di tingkat Panitia Pemilihan Kecamatan ( PPK ) bahkan sudah ada juga PPK yang sudah mulai mendistribusikan ke PPS yang masuk wilayah terpencil.
Ia mengatakan, di desa Wargasara itu terdapat dua TPS dengan jumlah pemilih mencapai 1.066 pemilih. Distribusi logistik dilakukan melalui jalur air menggunakan perahu.
“Wilayah Kabupaten Serang itu yang harus menggunakan transportasi laut, itu ada enam TPS terdiri dari dua TPS di ke pulau tunda dan empat TPS di Pulau Panjang, Kecamatan Pulo Ampel,” ungkapnya.
Distribusi ini dilakukan secara hati-hati dengan memerhatikan cuaca dan melibatkan aparat kepolisian juga dibantu oleh TNI. Hal ini dilakukan guna memastikan ribuan masyarakat di dua pulau terpencil itu dapat tetap menyalurkan hak suara mereka di pesta kontestasi Pilkada Banten ini.
Editor: Bayu Mulyana











