• Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
Home Berita Utama Pemerintahan

Banten Defisit 44 Ribu Ton Cabai, Produksi Lokal Tidak Cukupi Kebutuhan Masyarakat

Yusuf Permana by Yusuf Permana
Senin, 20 Januari 2025 06:22
in Pemerintahan
0

Ilustrasi panen cabai (iStock)

0
SHARES
48
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare On Whatsapp

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Provinsi Banten mengalami defisit cabai hingga ribuan ton. Kebutuhan konsumsi warga Banten terhadap cabai lebih banyak dan tidak sebanding dengan tingkat produksi cabai di daerah.

Hal itu diketahui dari neraca ketersediaan dan kebutuhan komoditas strategis Hortikultura tahun 2024.

Dalam neraca itu disebutkan jika kebutuhan masyarakat akan komoditas cabai besar dalam satu tahun mencapai 45,822 ton. Sementara, realisasi produksi hanya 1,781 ton, alhasil Banten mengalami defisit hingga 44,041 ton untuk cabai besar. Sama halnya dengan komoditas cabai rawit, dimana kebutuhan warga mencapai 28,670 ton dalam satu tahun. Kebutuhan itu sangatlah tinggi, sebab kemampuan produksi petani di Banten pada komoditas itu hanya 1,205 ton saja.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Banten, Agus M Tauchid membenarkan. Katanya, sentra produksi cabai di tanah jawara ini masih terbatas dan hanya dihasilkan oleh beberapa daerah saja seperti Kabupaten Serang, Lebak, Pandeglang, Tangerang dan Kota Serang saja.

“Betul Banten untuk cabai rawit mengalami defisit yang cukup tinggi, 24,609 ton untuk cabai rawit dan 44,041 ton cabai besar. Ini kondisi real,” kata Tauchid.

Ia mengatakan, produksi cabai sendiri tidaklah murah dan segampang produksi padi, dimana pola tanam dan masa tanam cabai yang berbeda serta lebih lama ketimbang jenis sayuran lainnya. Belum lagi tanaman yang memerlukan perawatan ekstra, khususnya dalam kebutuhan air, dan juga harganya yang naik turun, maka tidak heran jika banyak petani yang lebih memilih untuk produksi komoditas tani lain.

“Patani di Banten itu 60 persennya merupakan petani penggarap. Dan karena tingginya cost budidaya cabai, akhirnya mereka lebih memilih untuk tanam padi. Karena padi itu bisa bagi hasil antara penggarap dengan pemilik lahan, sementara cabai kan enggak bisa,” ujarnya.

Selain cabai, Tauchid juga melaporkan hal serupa untuk komoditas bawang. Dimana, kebutuhan konsumsi bawang merah di Banten dalam satu tahunnya mencapai 23,524 ton. Sementara, realisasi produksi para petani hanya 984 ton saja. Dalam artian, komoditas ini mengalami defisit hingga 22,539 ton.

Meskipun demikian, pihaknya tidak tinggal diam dengan terus memberikan edukasi dan mensupport para petani cabai dan bawang merah agar dapat meningkatkan produktivitasnya. Seperti pada tahun ini, Pemprov Banten bekerjasama dengan Bank Indonesia (BI) untuk melakukan program Sekolah Lapang.

Dimana, dalam program ini pihaknya menyediakan lahan seluas 20 hektar di Kecamatan Kasemen, Kota Serang sebagai media edukasi para petani dalam melakukan pembudidayaan cabai. “Tahun ini kita menganggarkan bantuan baik itu pupuk, maupun benih untuk 17 hektar lahan cabai, dan 20 ton bawang merah. Kita ingin bagaimana produktivitas cabai dan bawang di Banten ini dapat meningkat. Sebab lahan di Banten ini sangatlah subur, dan berpotensi untuk ditanami kedua komoditas itu,” ungkapnya.

Editor: Abdul Rozak

Tags: agus m tauchidbanten defisit cabaibudidaya cabaicabaicabai besarcabai rawitdinas pertanian dan peternakan bantenkebutuhan cabaipanen cabaipanen lokal
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Bapenda Targetkan PBB 2025 Rp43 Miliar

Next Post

Meski Defisit, Dinas Pertanian Pastikan Ketersediaan Cabai di Banten

Next Post

Meski Defisit, Dinas Pertanian Pastikan Ketersediaan Cabai di Banten

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

UIN Jakarta Gelar Mammografi Gratis, 50 Perempuan Jalani Deteksi Dini Kanker Payudara

UIN Jakarta Gelar Mammografi Gratis, 50 Perempuan Jalani Deteksi Dini Kanker Payudara

by Aas Arbi
Sabtu, 22 Agustus 2026 17:44
0

DEPOK, RADARBANTEN.CO.ID – Sebanyak 50 perempuan dari keluarga besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menjalani pemeriksaan mammografi gratis di Gedung Pendidikan...

Kontes Durian Bakal Digelar, Kenalkan Varietas Lokal Kabupaten Serang

Kontes Durian Bakal Digelar, Kenalkan Varietas Lokal Kabupaten Serang

by Ahmad Rizal Ramdhani
Sabtu, 22 Agustus 2026 17:42
0

Wakil Bupati Serang, Muhammad Najib Hamas, menyampaikan rencana kontes durian.

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2026 RadarBanten.