SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Kebutuhan cabai masyarakat Banten sangatlah tinggi, per tahun saja kebutuhan konsumsinya mencapai 45,822 ton, sementara produksi cabai lokalnya hanya 1,781 ton. Alhasil Banten mengalami defisit hingga 44,041 ton untuk cabai besar.
Selain cabai, bawang merah juga mengalami defisit. Dimana, kebutuhan konsumsi bawang merah di Banten dalam satu tahunnya mencapai 23,524 ton. Sementara, realisasi produksi para petani hanya 984 ton saja. Dalam artian, komoditas ini mengalami defisit hingga 22,539 ton.
Meskipun demikian, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Banten Agus M Tauchid memastikan bahwa kebutuhan masyarakat akan cabai dan bawang di Banten dapatlah tercukupi. Sebab, Pemprov Banten sudah bekerja sama dengan sejumlah daerah untuk mensuplai kedua komoditas itu.
Berdasarkan data yang dirinya peroleh, neraca ketersediaan pangan pada minggu keempat bulan Januari 2025 ini menunjukan ketersediaan yang mencukupi bahkan surplus pada 12 komoditas pangan, termasuk cabai dan bawang merah.
Ketersediaan bawang merah mencapai 3.257 ton dari total kebutuhan 3.052 ton atau surplus hingga 205 ton, cabai rawit juga surplus sebesar 557 ton dari total ketersediaan sebanyak 4.630 ton dengan kebutuhan 4.073 ton.
“Insyaallah kebutuhan cabai kita masih dapat terpenuhi,” kata Tauchid.
Ia mengungkapkan, sejauh ini, kebutuhan cabai dan bawang merah yang defisit itu ditompang oleh pasokan dari luar Banten melalui kerjasama antar daerah. Menurutnya, jika pun ingin lepas dari tompangan itu, maka dibutuhkan kerjasama semua pihak termasuk swasta dalam upaya meningkatkan produktivitas cabai dan bawang di Banten.
“Misalkan dari pihak swasta yang mempunyai lahan untuk dapat memberikan CSR nya kepada para petani, atau masyarakat agar dapat menanami lahan itu dengan komoditas cabai atau bawang. Kita yakin dengan begitu kebutuhan cabai masyarakat dapat tercukupi,”tuturnya.
Editor: Abdul Rozak











