SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Ada beberapa jenis layanan pemeriksaan yang dapat dimanfaatkan masyarakat dalam program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang dimulai di Banten pada 10 Februari 2025. Program itu dapat dirasakan masyarakat di 253 puskesmas yang ada di Banten.
Untuk bayi baru lahir, ada beberapa jenis layanan pemeriksaan CKG, yakni Hipotiroid Kongenital, Hiperplasia Adrenal Kongenital, kelainan saluran empedu, defisiensi enzim G6PD, penyakit jantung bawaan kritis, dan pertumbuhan.
Sedangkan, skrining balita dan anak prasekolah, yaitu pertumbuhan, gigi, thalasemia, gula darah, perkembangan, tuberkulosis, telinga, dan mata. Skrining dewasa dan lansia, antara lain merokok, tekanan darah, gula darah, tuberkulosis, stroke jantung, ginjal, kanker payudara, kanker leher rahim, kanker paru, kanker usus besar, PPOK, telinga, mata, gigi, hati ( Hepatitis B, C, Sirosis), calon pengantin ( Hb, Sifilis, HIV), gizi, jiwa, kebugaran, geriatri
Manfaat CKG berdasarkan usia juga banyak. Bagi bayi, CKG dilakukan untuk deteksi dini kekurangan hormon tiroid bawaan, kekurangan enzim pelindung sel darah merah, kekurangan hormon adrenal bawaan, dan penyakit jantung bawaan. Skrining pada usia 0-2 hari membantu mencegah komplikasi dan mendukung tumbuh kembang.
Bagi anak (1-6 tahun), CKG mendeteksi masalah gigi seperti karies gigi yang menyerang 93 persen anak di Indonesia. Selain itu juga mendeteksi masalah pada pertumbuhan dan perkembangan, fungs indera mata dan telinga, serta resiko tuberkulosis (TB), talasemia, dan diabetes
Sedangkan untuk remaja (7-17 tahun), CKG mendeteksi dini diabetes, yang meningkat 70 kali lipat pada anak-anak dalam 10 tahun terakhir. Selain itu juga mendeteksi masalah pada status gizi, aktivitas fisik, kesehatan jiwa, fungsi indera mata dan telinga, serta resiko tuberkulosis (TB), talasemia, hepatitis.
Sementara, bagi orang dewasa (18-39 tahun), pemeriksaan dilakukan untuk pencegahan diabetes, jantung, stroke, obesitas, dan gangguan kejiwaan. Bagi Lansia (40+ tahun), pemeriksaan dilakukan untuk pencegahan stroke, kanker, jantung, dan gangguan aktivitas lansia.
Editor: Bayu Mulyana











