PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Proyek reaktivasi Rangkasbitung-Labuan akan memberikan dampak positif terhadap perekonomian Kabupaten Pandeglang. Di mana Kabupaten Pandeglang menjadi satu-satunya kabupaten yang tertinggal dalam layanan akses transportasi karena tidak adanya kereta api dan jalan tol.
Sehingga proyek reaktivasi Rangkasbitung-Labuan ini menjadi salah satu titik nadi untuk kebangkitan ekonomi Kabupaten Pandeglang menuju arah lebih baik. Reaktivasi Kereta Api ini menjadi penting karena menjadi alat transportasi murah yang dapat dinikmati oleh semua kalangan menuju tempat tujuannya masing-masing.
Kereta api menjadi moda transportasi yang dapat mengantarkan masyarakat menuju pelosok perdesaan maupun menuju perkotaan.
Oleh karena itu, baik masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Pandeglang sangat menantikan hadirnya Kereta Api Rangkasbitung-Labuan.
Menurut Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Pandeglang, Sutoto, kehadiran reaktivasi Kereta Api Rangkasbitung-Labuan bukan hanya untuk menyediakan layanan transportasi bagi masyarakat Pandeglang.
“Tapi juga dapat mengintegrasikan kawasan-kawasan ekonomi lokal dengan jaringan logistik nasional,” katanya kepada Radar Banten, Selasa, 11 Februari 2025.
Selain itu, Sutoto mengatakan, reaktivasi kereta api dapat meningkatkan produktivitas wilayah dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Membuka peluang usaha baru di sepanjang jalur kereta.
“Jadi secara ekonomi memberikan dampak baik untuk jangka panjang. Dan apabila dilihat dari sisi sosial tentunya akan meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui akses transportasi yang lebih baik,” katanya.
Serta dapat mengurangi ketimpangan wilayah antara pusat dan pinggiran. Di mana Pandeglang ini dekat dengan Jakarta tetapi tertinggal dari segi pembangunan.
“Terus kalau dilihat dari sisi lingkungan tentu keberadaan kereta api akan mendorong penggunaan transportasi berkelanjutan. Dan kontribusi nyata pada pengurangan emisi karbon regional,” katanya.
Reporter : Purnama Irawan
Editor: Aditya











