SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) Angka Kematian Bayi (AKB) di Kabupaten Serang mendapatkan apresiasi dari Pemerintah Pusat. Bahkan, metode yang digunakan direncanakan akan direplikasi, sehingga AKI/AKB di Indonesia mengalami penurunan yang signifikan.
Apresiasi tersebut disampaikan oleh Direktur Sinkronisasi Urusan Pemerintahan Daerah IV pada Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI, Paudah, saat melakukan monitoring dan evaluasi penurunan AKI/AKB di Kabupaten Serang yang dilaksanakan di Aula Setda Pemkab Serang, Selasa, 4 Maret 2025.
Paudah mengatakan, sengaja datang ke Kabupaten Serang untuk melihat langsung dan berdiskusi dengan stakeholder di Kabupaten Serang mengenai program-program yang dilakukan untuk menurunkan AKI/AKB.
“Memang Kabupaten Serang ini adalah yang terbaik dan kalau lihat dari tadi yang disampaikan informasinya memang luar biasa, pekerjanya tidak lagi dilakukan sendirian tapi betul-betul mengintegrasikan antarlintas sektor lintas dinas, bahkan sudah bekerja sama dengan mitra dengan asosiasi dengan masyarakat,” katanya.
Ia menilai, upaya yang dilakukan oleh Pemkab Serang sangat baik dan terbukti sangat efektif dalam menurunkan AKI/AKB serta dalam penanganan kesehatan reproduksi.
“Kabupaten Serang menjadi daerah terbaik di antara beberapa kabupaten yang menjadi lokus program kami dalam penanganan kesehatan reproduksi,” terangnya.
Pihaknya pun berencana akan melakukan replikasi program-program yang dilakukan Pemkab Serang, sehingga dapat menurunkan AKI/AKB di Indonesia.
“Kita akan coba replikasi dalam paparan manajemen sudah menyiapkan modul di Kabupaten Serang yang menjadi lokus. Yang kita angkut seluruh aktivitasnya di dalam modul kita untuk ajarkan nanti ke provinsi dan kabupaten yang lain,” terangnya.
Sementara itu, Pj Sekda Pemkab Serang, Rudy Suhartanto, mengatakan bahwa dari 10 lokasi yang ditunjuk oleh Pemerintah Pusat dalam program penurunan AKI/AKB, Kabupaten Serang masuk dalam lima besar wilayah terbaik dalam melakukan penanganan AKI/AKB.
“Kemudian dari 10 kabupaten yang jadi sampel, kita masuk lima besar terbaik dalam proses penanganannya, karena dilihat dalam empat tahun terakhir, penurunan AKI/ AKB hampir 70 persen,” katanya.
Ia mengatakan, penurunan AKI/AKB di Kabupaten Serang tergolong sangat cepat. Ini menandakan kesungguhan Pemkab Serang dan masyarakat untuk menangani persoalan AKI/AKB.
“Artinya ada kesungguhan baik pemerintah daerah dengan programnya maupun dari unsur masyarakat, kelembagaan, dan pemerintah di bawah dan masyarakat bias bersinergi menurunkan AKI/AKB,” jelasnya.
Pihaknya mengaku terus berupaya untuk terus menurunkan AKI/AKB di Kabupaten Serang bahkan hingga zero kasus.Hal tersebut dilakukan dengan berupaya untuk menyadarkan masyarakat khususnya ibu hamil untuk pro aktif memeriksakan kehamilannya.
“Kita setiap tahun selalu berupaya menyelesaikan persoalan agar kesadaran semakin tumbuh, selalu anggarkan itu, termasuk dari DAK pemerintah pusat kita dorong untuk membangun kesadaran. Karena AKI/AKB ini masih harus banyak ditangani karena menurut kuta masih cukup tinggi,” ujarnya.
Editor: Agus Priwandono

