LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Kabupaten Lebak kerap surplus padi dan menjadi salah satu lumbung pangan nasional.
Tahun 2024 lalu, produksi padi di daerah yang dipimpin Bupati Moch Hasbi Asyidiki Jayabaya ini mencapai 348.875,50 ton.
Lebak Selatan menjadi lumbung utama penghasil padi di Lebak.
Lima kecamatan terbanyak penghasil padi tahun 2024 yaitu Wanasalam 28.379,07 ton, Panggarangan 17.632,63 ton, Cibeber 17.386,38 ton, Malingping 16.024,36 ton, dan Cirinten 15.829, 57 ton.
Untuk sentra tanam terluas di Kabupaten Lebak tersebar di beberapa kecamatan meliputi Wanasalam, Malingping, Cibeber, Panggarangan, dan Cirinten.
“Lima kecamatan itu selama ini cukup diandalkan dan menjadi sentra produksi padi dan beberapa kecamatan lainnya di Lebak,” kata Kepala Dinas Pertanian Lebak Rahmat, Selasa, 4 Maret 2025.
Dia mengatakan, produksi padi di Kabupaten Lebak masih sangat potensial untuk terus ditingkatkan, baik melalui strategi peningkatan produktivitas maupun melalui strategi peningkatan indeks pertanaman.
“Saat ini para petani di Kabupaten Lebak sudah memasuki musim panen dan puncak panen diperkirakan akhir April,” katanya.
Rahmat memastikan bahwa kebutuhan beras di Kabupaten Lebak, yang mencapai 11.920 ton per pulan, termasuk kebutuhan untuk bulan Ramadhan aman.
“Insya Allah, akan terpenuhi dengan baik.
Mari bersama-sama kita bersyukur atas hasil panen yang melimpah ini. Semoga keberkahan Ramadhan dan membawa kedamaian dan keberkahan,” ujarnya.
Dia mengatakan, pihaknya tahun ini menargetkan produksi padi sebanyak 350.750 ton.
Setiap tahun, produksi padi Lebak selalu di atas rata-rata nasional.
“Tahun 2024 produksi padi dalam bentuk beras yang dihasilkan petani mencapai 379.845 ton, sementara kebutuhan beras mencapai 143.038 ton atau 11.920 ton per bulan,” jelasnya.
Editor: Agus Priwandono











