SERANG, RADARBANTEN.CO.ID- Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten merilis, pada Januari 2025, ekspor Banten tercatat mengalami kenaikan sebesar 2,16 persen.
Dengan begitu, ekspor Banten senilai US$ 1.070,52 juta, atau naik dibandingkan dengan bulan sebelumnya sebesar US$ 1.047,92 juta.
Kepala BPS Provinsi Banten, Faizal Anwar, mengatakan, peningkatan ini terutama didorong oleh lonjakan ekspor nonmigas yang naik 2,58 persen.
Sementara, ekspor migas justru mengalami penurunan.
Jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2024, nilai ekspor Banten pada Januari 2025 juga menunjukkan kenaikan sebesar 1,86 persen.
Pada periode yang sama, nilai ekspor nonmigas Banten untuk 10 golongan barang (HS 2 digit) mencapai US$ 654,05 juta.
Sementara, golongan barang lainnya mencatatkan nilai ekspor sebesar US$ 414,63 juta.
Tiga golongan barang yang menyumbang share terbesar dalam ekspor nonmigas Banten pada bulan tersebut adalah kakao/coklat (HS 18) dengan nilai ekspor US$ 106,35 juta.
Diikuti oleh plastik dan barang dari plastik (HS 39) sebesar US$ 86,16 juta dan alas kaki (HS 64) sebesar US$ 85,25 juta.
Faizal juga mengungkapkan bahwa Amerika Serikat menjadi negara tujuan ekspor nonmigas terbesar Banten pada Januari 2025, dengan nilai ekspor mencapai US$ 179,03 juta.
“Negara-negara lainnya yang turut menjadi tujuan utama ekspor adalah Tiongkok dan India. Masing-masing dengan nilai ekspor US$ 122,46 juta dan US$ 97,61 juta,” ujarnya.
Kata dia, berbeda dengan nilai ekspor, nilai impor Banten pada Januari 2025 mengalami penurunan sebesar 17,17 persen dibandingkan bulan sebelumnya, dari US$ 3.328,56 juta menjadi US$ 2.757,03 juta.
Penurunan ini terjadi baik pada impor barang migas maupun nonmigas.
Tiongkok tercatat sebagai negara pemasok barang impor terbesar di Banten pada Januari 2025, dengan nilai impor mencapai US$ 602,57 juta.
Diikuti oleh Jepang dan Amerika Serikat yang masing-masing mencatatkan nilai impor sebesar US$ 198,08 juta dan US$ 164,74 juta.
Editor: Agus Priwandono











