CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID-Manajemen PT Growth Java Industry (GJI) dinilai tidak koperatif terhadap pengusaha lokal. Hal itu memicu kelompok pengusaha muda di Umbul Jabar yang siap kerahkan massa aksi.
PT GJI yang terletak di Lingkungan Umbul Jabar, Kelurahan Kepuh, Kecamatan Ciwandan Kota Cilegon dinilai tidak memberikan dampak positif terhadap masyarakat sekitar.
Hal itu disampaikan oleh salah satu pengusaha muda asal Umbul Jabar, Abdul Kahfi Madani saat diwawancara oleh Radar Banten pada Selasa (11/3) yang merasa kesulitan saat ingin menemui pihak PT GJI untuk membahas rencana kerjasama pekerjaan.
Kahfi menyampaikan agar PT GJI dapat menciptakan iklim usaha yang kondusif dan adil, serta memberikan kesempatan bagi masyarakat lokal melakukan kegiatan usaha dan terlibat dalam kegiatan ekonomi di wilayahnya.
“Kami meminta PT. GJI untuk menciptakan iklim usaha yang adil dan sehat, oleh karenanya jika manajemen tidak koperatif ini ada apa? Tenaga dan pikiran kami masih muda jangan dampak negatifnya aja yang kami terima, mari kita adu gagasan, jika tidak mau juga, kita kerahkan masa sebagai bentuk hak aspirasi dalam berpendapat untuk melawan ke angkuhan,” tegas Kahfi.
Kahfi menyampaikan bahwa lokasi PT GJI berdampingan dengan permukiman warga, bahkan untuk menuju lokasi perusahaan warga hanya membutuhkan waktu enam menit.
Direktur PT Karya Putra Umbul, Agung meminta manajemen PT GJI tidak terkesan eksklusif dan angkuh. PT GJI harus melakukan komunikasi aktif dengan semua elemen, dan menciptakan iklim usaha yang berkeadilan.
“Kami meminta manajemen PT GJI untuk membuka kesempatan kepada pengusaha muda lokal jangan terkesan sombong, sebab pengusaha lokal ini memiliki peran penting dalam mengembangkan ekonomi di sekitar industri. Kita bisa memanfaatkan peluang yang ada dengan menyesuaikan jenis usaha dengan kebutuhan industri dan masyarakat,” ucap Agung.
Agung berharap ada keterlibatan aktif dari pemerintah dan Kadin Cilegon untuk memastikan setiap pengusaha di Kota Cilegon diperlakukan secara adil dan diberi kesempatan usaha yang seluas-luasnya.
Reporter : Adam Fadillah
Editor: Agung S Pambudi











