CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Cilegon Ari Muhamad Nurhayat meminta Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Cilegon lebih matang dalam perencanaan kegiatan.
Ari menilai permasalahan pemotongan uang saku anggota Paskibraka yang banyak menuai protes dari orang tua disebabkan kurangnya perhitungan yang tepat dalam proses perencanaan kegiatan.
Pasalnya setelah melakukan pembinaan terhadap anggota Paskibraka, hanya anggota Paskibraka yang mendapatkan uang saku, sementara itu pelatih atau pembina tidak diberikan insentif.
“Berpesan pada Kesbangpol coba dihitung anggaran satu tahun, termasuk honor pelatih. Dan juga dibangun komunikasi efektif dengan orang tua, selama itu untuk melatih anggota paskibra, gak masalah sih,” kata Ari, Kamis 13 Maret 2025.
Ari menjelaskan, orang tua Paskibraka ini hanya butuh penjelasan mengenai pemotongan yang dilakukan Kesbangpol, karena sebelumnya belum ada penjelasan secara langsung.
“Mereka orang tua ini butuh penejelasan soal potongan uang saku, ketika honor terakhir Rp900 ribu ada potongan Rp200 ribu kurang lebih, itu potongan tidak dijelaskan untuk apa sebelumnya,” ucap Ari.
Dia menambahkan, pemotongan yang dilakukan baik oleh Kesbangpol atau PPI perlu dikomunikasikan agar tidak terjadi miskomunikasi.
“Saya pikir tidak masalah kalau berkomunikasi, karena orang tua juga saya yakin tidak keberatan untuk pembina, cuma kan yang jadi masalah adalah tidak dikomunikasikan dengan baik,” tambah Ari.
Kepala Badan Kesbangpol Kota Cilegon, Sri Widayati menerangkan bahwa permasalahan sebenarnya adalah kurangnya komunikasi atau miskomunikasi.
“Jadi intinya hasil pembahasan hari ini adalah memperkuat komunikasi, karena ini hanya soal miskomunikasi saja yah,” ujar Sri kepada wartawan.
Editor: Mastur Huda











