SERANG,RADARBANTEN.CO.ID-Dinas Pertanian (Distan) Provinsi Banten saat ini tengah memasang mata lebar-lebar dalam pengawasi peredaran daging segar yang dijual baik di pasar tradisional maupun modern di Provinsi Banten.
Pengawasan dilakukan mengingat naiknya tren konsumsi masyarakat terhadap komoditas itu di hari menjelang Lebaran 2025 ini.
Pengawasan dilakukan dengan cara melakukan inpeksi mendadak alias sidak pada sejumlah pasar.
Tidak sendiri, pengawasan dilakukan bersama dengan Dinas Perindustian dan Perdagangan, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Kesehatan, BPOM, Satpol PP, bahkan tim dari Kementerian Pertanian dan Kesehatan juga ikut turun tangan.
Kepala Distan Banten Agus M Tauchid mengatakan, pengawasan dan sidak ini dilakukan guna memastikan keamanan pangan yang diperjualbelikan kepada masyarakat.
“Kita ingin pastikan bahwa produk hewan yang dijual kepada masyarakat dalam kondisi Aman, Sehat, Utuh dan Halal alias ASUH,”kata Kadistan, Senin 24 Maret 2025.
Keamanan pangan diperlukan untuk mencegah pangan dari kemungkinan cemaran biologis, kimia, dan benda lain yang dapat mengganggu, merugikan, dan membahayakan kesehatan manusia serta tidak bertentangan dengan agama, keyakinan, dan budaya masyarakat sehingga aman untuk dikonsumsi.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesmavet Distan Banten drh. Ari Mardiana mengatakan, pengawasan produk hewan sudah dilaksanakan pada delapan kabupaten dan kota se Provinsi Banten dengan jumlah pelaku usaha atau pedagang sebanyak 142 unit .
“Dalam pengawasan ini kita melakukan beberapa uji cepat seperti uji formalin, boraks dan kandungan babi pada produk yang dijual disejumlah pasar,” katanya.
Reporter : Yusuf Permana
Editor: Agung S Pambudi











