RADARBANTEN.CO.ID,- Mudik ke kampung halaman menjelang Lebaran, dilakukan sebagian besar orang dengan menggunakan kendaraan pribadi. Tidak tanggung-tanggung, banyak pemudik yang harus menempuh ratusan bahkan mungkin ribuan kilometer untuk sampai kampung halamannya.
Lebaran tahun 2025 ini saja, dari data yang didapat dari PT Jasa Marga, tercatat lebih kuranh dua juta kendaraan telah keluar Kawasan Jabodetabek. “Total volume lalin yang meninggalkan wilayah Jabotabek ini naik 28,1% jika dibandingkan dengan lalin normal (1.692.140 kendaraan) dan naik 0,6% dari lalin Lebaran 2024 pada periode yang sama (2.154.173 kendaraan),” ujarnya melalui keterangan resmi, Rabu 2 April 2025.
Jadi semestinya wajar bila para pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi untuk mengetahui dasar-dasar merawat mobil selama perjalanan hingga bisa pulang ke tempat asal. Pambudiyono, dari Auto88 Engineering memberikan sejumlah tips yang bisa dilakukan oleh pemudik dalam merawat kendaraan selama perjalanan jauh.
“Hal-hal mendasar yang sebetulnya bisa dilihat secara kasat mata dan bisa dihandle oleh yang bukan mekanik handal,” katanya kepada Radarbanten.co.id, Sabtu 5 April 2025. Dijelaskan pemilik workshop yang berlokasi di Lippo Karawaci ini, perawatan sederhana ini diharpkan bisa membuat perjalanan panjang mudik hingga balik kerumah, lebih nyaman.
Yang wajib dilakukan, kata Budi, adalah berhenti setidaknya setiap 4 jam. Berhenti di rest area tol, atau di mana saja, dimaksudkan untuk mendinginkan mesin. “Sambil mendinginkan mesin, bisa dilihat-lihat tekanan angin ban, ngecek lampu rem, air radiatior dan lain-lain,” jelasnya.
Memeriksa oli mesin, lanjut Budi, juga tidak kalah penting. Perjalanan jauh berjam-jam bahkan bila disertai kemacetan, bisa membuat oli dan air radiator cepat menguap. “Bisa kok dilakukan. Cek aja pake deepstick, bila kurang, segera tambah. Biasanya kan di rest area suka ada bengkel,” katanya.
Nah selanjutnya, Budi mengatakan bila sudah sampai di rumah kembali, tidak ada salahnya untuk ke bengkel langganan. “Kaki-kaki mobil diperiksa lah. Perjalanan yang jauh dan kondisi jalan yang belum tentu mulus semua kan gak bisa kita ukur sejauh mana kerusakan kaki-kaki mobil,” katanya.
Editor: Bayu Mulyana

