• Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
Home Kabupaten Serang

Mengenal Produk Daun Talas Beneng dari Talaga Warna, Dijual Hingga Luar Negeri

Ahmad Rizal Ramdhani by Ahmad Rizal Ramdhani
Sabtu, 5 April 2025 17:09
in Kabupaten Serang
0
Mengenal Produk Daun Talas Beneng dari Talaga Warna, Dijual Hingga Luar Negeri
0
SHARES
150
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare On Whatsapp

SERANG,RADARBANTEN.CO.ID- Olahan daun kering pengganti tembakau dari talas beneng hasil produksi petani dari Kampung Tanjung Kulon Desa Talaga Warna, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang ternyata memiliki kualitas yang tinggi. Bahkan, hasil produksinya di jual hingga ke luar negeri.

Produsen daun talas beneng di Pabuaran, Arif mengatakan, produksi talas beneng sudah dilakukan sejak awal tahun 2021 di bulan Maret. 

“Awalnya percontohan budidaya dulu, seluas 3.000 meter, setelah dua bulan itu kita mulai buka tempat produksinya, kita beli mesin perpanjang sampai kita belajar perjuangan. Saat itu ada banyak juga yang tertarik, akhirnya belajar bareng di sini,” katanya, Sabtu 5 April 2025.

Akhirnya, setelah mempelajari seluruh teknik perajangan, Arif kemudian mulai melakukan pengembangan budidaya dan berjalan hingga saat ini.

“Saat ini sudah ada lebih dari 10 hektare lahan yang dikembangkan untuk budidaya talas beneng. Lalu ada juga yang mengembangkan di sekitar Ciomas dan Baros. Bahkan, kita juga sering mendapatkan suplai bahan baku dari Mandalawangi dan Cadasari, Kabupaten Pandeglang,” tegasnya.

Ia mengatakan, dalam proses produksi talas beneng, tentunya membutuhkan tahapan-tahapan yang cukup panjang hingga akhirnya bisa mulai dipasarkan.

Mulanya, para petani talas beneng akan memanen daun-daun yang sudah tua kemudian didiamkan selama tiga hari hingga daunnya menguning. 

“Ketika sudah kuning, baru dibuang tulang tengahnya. Setelah itu digulung, dan dirajang. Prinsipnya pemanenan daun, pemeraman, pembuangan tulang, penggulungan, perajangan, hingga terakhir pengeringan,” ujarnya.

Ia mengatakan, setidaknya membutuhkan waktu hingga kurang lebih empat hari lamanya hingga daun talas beneng ini siap menjadi bahan baku. “Nah ini baru untuk setengah jadi, produk jadinya nanti bisa menjadi rokok setelah diberi racikan, bisa jadi sisa untuk herbal,” ujarnya.

Untuk satu kilogram daun talas beneng kering yang sudah dirajang, biasanya ia menjual dengan harga sebesar Rp30 ribu. “Kalau langsung ke eksportir kita bisa dapat lebih, tapi kalau melalui tengkulak atau pengepul biasanya harganya itu Rp30 hingga Rp35 ribu per kilogram,” ujarnya.

Saat ini untuk kapasitas produksi di tempatnya ialah mencapai 1 ton per bulan. “Biasanya kira mengirim per 10 hari itu di angka 3 kwintal lebih. Pendapatan kotor perbulan kurang lebih Rp30 juta per bulan,” ujarnya.

Untuk terus meningkatkan produksi, pihaknya saat ini tengah berupaya untuk terus memperluas kawasa budidaya. “Selain itu kita juga buka cabang untuk mitra produksi seperti tempat perajangan. Namun memang tidak mudah, karena kebanyakan orang tidak sabar,” ujarnya.

Ia mengatakan, sejauh ini pihaknya menjadi supplier bahan baku untuk para pelaku eksportir dan pelaku usaha rokok di indonesia yang menggunakan bahan baku dari daun talas. 

“Untuk permintaan paling banyak dari Australia, Amerika dan Polandia. Ini dijadikan untuk bahan baku rokok,” pungkasnya.

Editor: Bayu Mulyana

Tags: daun kering talas benengdaun talas benengdesa talaga warnakabupaten serangKecamatan Pabuaranlahan pertanianperajanganPetaniprosudentalas beneng
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Cerita Pilar Bantu Seorang Ibu Kecelakaan di Bundaran Maruga

Next Post

Tips Merawat Mobil Selama Perjalanan Mudik hingga Pulang ke Rumah

Next Post
H+3 Lebaran, Volume Kendaraan di Pandeglang Naik 100 Persen

Tips Merawat Mobil Selama Perjalanan Mudik hingga Pulang ke Rumah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

tps liar di lebak

DLH Lebak Angkut 15 Ton Sampah di Ruas Jalan Rangkas-Cikande

by Nurabidin
Minggu, 6 September 2026 21:00
0

LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lebak kewalahan mengangkut tumpukan sampah yang dibuang masyarakat di jalan raya Rangkasbitung-Cikande....

Pandeglang

Pasca Erupsi Gunung Anak Krakatau, Disdikpora Pandeglang Terbitkan SE Tentang Pembelajaran Jarak Jauh

by Purnama Irawan
Minggu, 6 September 2026 20:48
0

PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID - Pemerintah Kabupaten Pandeglang melalui Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Pandeglang menerbitkan Surat Edaran Nomor: 400.3/3-DISDIKPORA/2026...

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2026 RadarBanten.