PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Perayaan Hari Jadi Pandeglang (HJP) Ulang ke-151 yang jatuh pada 1 April 2025 akan dirayakan tak semeriah tahun-tahun sebelumnya. Sebab, Pemkab Pandeglang hanya akan menyelenggarakan perayaan sederhana, demi efisiensi anggaran.
Asisten Daerah (Asda) I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (PemKesra) Setda Pandeglang, Doni Hermawan, mengatakan perayaan hari jadi Pandeglang atau HJP tahun ini secara sederhana sesuai dengan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025, yang mengarahkan efisiensi anggaran.
“Biasanya perayaan digelar luar biasa dengan berbagai kegiatan, tapi tahun ini harus disesuaikan dengan kondisi anggaran,” ungkap Asisten Daerah (Asda) I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Pandeglang, Doni Hermawan, saat dihubungi melalui sambungan telepon WhatsApp, Selasa 8 April 2025.
Doni menyebut, keterbatasan anggaran menjadi alasan utama Pemkab tak bisa menggelar perayaan secara meriah seperti tahun-tahun sebelumnya.
“Kita enggak ada ngundang artis-artis atau event tertentu pada perayaan HUT ke-151 Kabupaten Pandeglang. Kita hanya gelar istighosah dan mengundang KH Jamaludin dari Solok Jengkol, itu bagian dari rangkaian hari jadi,” jelasnya.
Selain istighosah, peringatan HUT Pandeglang tahun ini juga akan diisi dengan ziarah ke makam para bupati terdahulu dan sidang paripurna.
“Sidang paripurna juga akan digelar secara sederhana. Jumlah tamu undangan akan dibatasi,” tuturnya.
Menurut Doni, keputusan ini diambil untuk menyesuaikan dengan kondisi fiskal daerah sekaligus mendukung efisiensi anggaran sesuai arahan pemerintah pusat.
“Meski sederhana, kami berharap esensi dari peringatan HUT Pandeglang tetap terasa,” ujarnya.
Tak seperti tahun-tahun sebelumnya, perayaan kali ini tidak akan diramaikan dengan berbagai lomba meriah yang digelar selama beberapa hari. Seluruh rangkaian kegiatan hanya akan dipusatkan di Gedung Pendopo Pandeglang dengan jumlah peserta yang terbatas.
“Ada beberapa pemberian hadiah untuk pegawai yang berprestasi di bidangnya masing-masing. Setelah itu dilanjut sidang paripurna di Gedung DPRD Pandeglang dan makan bersama dalam acara papahare,” jelas Doni.
Meski minim kemeriahan, lomba kebersihan lingkungan dan kamar mandi antar-OPD tetap digelar. Penilaian dilakukan oleh tim khusus dan pemenangnya akan mendapat piala sebagai bentuk penghargaan.
“Kita tetap adakan lomba kebersihan. Ada penilaian dan pemberian piala untuk yang terbaik. Kalau ada yang belum baik, akan jadi catatan untuk dibenahi ke depan,” terangnya.
Jumlah tamu undangan pun dibatasi. Namun, tamu VIP seperti mantan Bupati Pandeglang, Gubernur Banten, dan sejumlah pejabat penting tetap diundang.
“Soal kemeriahan, kita menyesuaikan dengan situasi. Bukan berarti kita tak ingin meriah, tapi kita juga ingin fokus pada doa dan refleksi. Kita adakan istighosah untuk mendoakan para pemimpin dan orang tua kita yang telah tiada,” ungkapnya.
Doni berharap, melalui peringatan ini, Pemkab Pandeglang bisa terus berbenah dan menghadirkan pembangunan yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Editor: Bayu Mulyana












