LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Pasar Cipanas, yang dibangun pada 2015 dengan anggaran mencapai Rp24,6 miliar, kini justru terbengkalai. Diharapkan menjadi pusat perekonomian yang ramai, kenyataannya pasar ini lebih sering terlihat kosong dan banyak kios yang tak terisi.
Menanggapi hal ini, Ketua DPRD Kabupaten Lebak, Juwita Wulandari, menyatakan kegeramannya. Saat meninjau langsung kondisi pasar pada Jumat, 25 April 2025, Juwita menyebutkan bahwa ia berencana memanggil Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Lebak untuk meminta penjelasan terkait terbengkalainya Pasar Cipanas.
“Kami akan panggil Kadisperindag-nya, untuk bisa menjelaskan kenapa pasar baru di Cipanas ini sampai dengan hari ini masih belum optimal digunakan,” ujar Juwita.
Dia juga menegaskan bahwa anggaran besar yang dikeluarkan untuk pembangunan pasar harusnya diimbangi dengan perencanaan yang matang. Pasar yang diresmikan seharusnya sudah siap digunakan dan ramai oleh pedagang serta pembeli. Namun kenyataannya, pasar yang dibangun dengan dana besar ini malah terbengkalai.
“Kepala dinasnya jangan diam saja, harus berpikir dan bergerak agar pasar itu bisa berfungsi sebagaimana mestinya,” tegasnya.
Juwita juga menyayangkan bahwa pasar milik Pemda ini terlihat tidak diminati, dan banyak kios yang kosong. Bahkan, pasar yang seharusnya menjadi pusat ekonomi, kini hanya dijadikan tempat nongkrong oleh sebagian orang. “Kadis Perindag harusnya kreatif dan inovatif untuk memoles pasar milik Pemda, agar bisa dimanfaatkan dengan baik. Jangan diem saja, Kadisnya,” tambah Juwita.
Sementara itu, Kepala Disperindag Lebak, Orok Sukmana, menjelaskan bahwa pihaknya terus berusaha untuk menuntaskan masalah ini. Mereka sedang menjalin komunikasi dengan beberapa pihak, termasuk pengusaha, untuk mengisi kios-kios pasar Cipanas Baru.
“Kita sedang mengajak kerjasama dan berkomunikasi dengan beberapa pihak termasuk pengusaha agar mereka mau mengisi kios tersebut,” jelas Orok.
Orok juga menambahkan bahwa pihaknya akan memberikan kemudahan bagi pedagang yang berminat mengisi kios, seperti memberikan relaksasi retribusi selama satu tahun. “Insya Allah kita dengan teman-teman akan melakukan langkah-langkah upaya-upaya, salah satunya kita akan merelaksasi retribusi, artinya bagi mereka yang mau mengisi kios atau toko di Pasar Cipanas Baru, kita akan usulkan untuk relaksasi retribusinya atau gratis bagi yang mau isi selama 1 tahun dulu,” tuturnya.
Namun, meskipun ada upaya tersebut, Ketua DPRD Lebak menekankan pentingnya kecepatan dan kreativitas Disperindag dalam menyelesaikan masalah ini agar Pasar Cipanas tidak hanya menjadi bangunan kosong yang terabaikan.
Editor: Merwanda











