• Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
Home Berita Utama

Serba-Serbi QRIS: Dari Bikin Hidup Praktis Sampai Diprotes AS

Krisna Widi by Krisna Widi
Sabtu, 26 April 2025 19:58
in Berita Utama, Bisnis
Serba-Serbi QRIS: Dari Bikin Hidup Praktis Sampai Diprotes AS

Ilustrasi pembayaran menggunakan QRIS. Sumber CanvaPro

RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Amerika Serikat (AS) baru-baru ini menyampaikan keberatannya terhadap penerapan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) di Indonesia. Mereka menilai bahwa kebijakan ini dapat menjadi hambatan perdagangan bagi perusahaan-perusahaan pembayaran asal AS, seperti Visa dan Mastercard.

Berdasarkan laporan dari Kantor Perwakilan Dagang AS (USTR), ada beberapa alasan utama mengapa mereka menyatakan keberatan terhadap QRIS. Yang pertama adalah, kurangnya keterlibatan perusahaan AS. USTR menyatakan bahwa perusahaan-perusahaan AS tidak diberi kesempatan untuk memberikan masukan selama proses perumusan kebijakan QRIS.

RelatedPosts

Universitas Esa Unggul

Dari Kampus ke Masyarakat, Mahasiswa Farmasi Universitas Esa Unggul Praktikkan Ilmu Kesehatan di Senen

Selasa, 22 September 2026 20:38
Universitas Esa Unggul

Hibah COCOON Dorong Universitas Esa Unggul Kembangkan Riset Prediabetes

Selasa, 22 September 2026 20:30
amandemen UUD 1945

Amandemen Konstitusi Harus Menjadi Langkah Terakhir dalam Menata Desentralisasi

Selasa, 22 September 2026 17:44
Hari Lalu Lintas 71

Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71, Kapolda Banten Tekankan Keselamatan Jadi Prioritas

Selasa, 22 September 2026 16:32

Mereka merasa tidak dilibatkan dalam diskusi mengenai bagaimana sistem ini akan berinteraksi dengan sistem pembayaran global yang sudah ada. Demikian seperti dikutip dari medianama.com. Lalu soal adanya regulasi BI yang membatasi kepemilikan asing dalam penyediaan layanan switching di Gerbang Pembayaran Nasional (GBN).

Dan keberatan lainnya soal adanya kewajiban kemitraan dengan perusahaan lokal, di mana asing diwajibkan menjalin kemitraan lokal yang telah mendapatkan izin dari Bank Indonesia.

Menanggapi hal ini, Bank Indonesia menyatakan keterbukaannya untuk bekerja sama dengan negara mana pun, termasuk AS, dalam pengembangan sistem pembayaran digital. Senior Deputy Governor BI, Destry Damayanti, menegaskan bahwa Indonesia tidak mendiskriminasi mitra negara dalam menjalin kerja sama sistem pembayaran digital.

Oke, lalu apa sih QRIS itu? QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) bukan muncul begitu aja. Ada cerita panjang kenapa akhirnya QRIS lahir dan dipakai luas di Indonesia.

Sebelum QRIS ada, pembayaran digital di Indonesia itu kayak “jalan masing-masing”. Tiap aplikasi kayak Gopay, OVO, Dana, LinkAja, dan lainnya punya QR code sendiri-sendiri. Akibatnya, toko harus sedia banyak QR berbeda di kasir. Ribet banget, kan?

Melihat situasi itu, Bank Indonesia (BI) mulai berpikir: “Gimana kalau kita satukan aja semua QR Code ini, supaya lebih gampang buat semua orang?”

Akhirnya, Bank Indonesia bersama ASPI (Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia) merancang standar QR code nasional yang bisa dipakai semua aplikasi. Inilah yang akhirnya melahirkan QRIS. QRIS resmi diluncurkan pada 17 Agustus 2019, bertepatan dengan Hari Kemerdekaan RI. Simbol banget, ya, QRIS hadir untuk memerdekakan transaksi digital!

Menurut Bank Indonesia, tujuan utama dibuatnya QRIS adalah:

  1. Menyatukan berbagai sistem pembayaran QR yang ada.
  2. Mempermudah masyarakat dan pelaku usaha.
  3. Mendukung inklusi keuangan alias biar semua orang, termasuk UMKM kecil, bisa ikut dunia digital.

QRIS ini juga mengadopsi standar internasional dari EMVCo (sumber: Bank Indonesia, 2019), yang dipakai di banyak negara. Jadi QRIS nggak asal-asalan, ada dasar teknologinya yang diakui dunia.

Setelah peluncuran awal, pemerintah makin serius mendorong penggunaan QRIS. Bahkan, tahun 2023, lahir yang namanya QRIS Antarnegara! Sekarang orang Indonesia bisa bayar di Thailand, Malaysia, dan negara lain pakai QRIS juga. Keren, kan?

QRIS lahir karena pembayaran digital di Indonesia dulunya semrawut. Dengan satu QR yang bisa dipakai semua aplikasi, transaksi jadi lebih praktis, cepat, aman, dan siap mendukung ekonomi digital Indonesia. Dari warung kopi sampai mal mewah, QRIS sekarang ada di mana-mana!

Editor: Mastur Huda

Tags: Bank IndonesiaDigitalkeuanganpembayaran digitalqr codeQRIS
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Peringati Hari Kesiapsiagaan Bencana, PMR SMPN 4 Cilegon Gelar Simulasi Mitigasi Gempa Bumi

Next Post

Gaspol! Rute Touring Motor Paling Asyik di Jawa Barat dan Banten

Next Post
Gaspol! Rute Touring Motor Paling Asyik di Jawa Barat dan Banten

Gaspol! Rute Touring Motor Paling Asyik di Jawa Barat dan Banten

tukin kepala sekolah Banten

Tukin Kepala Sekolah Banten Rp14,5 Juta Disorot, DPRD Minta Dipotong

Selasa, 22 September 2026 13:14
tukin kepala sekolah Banten

Tukin Kepala Sekolah Banten Rp14,5 Juta Disorot, Dimyati: Kita Evaluasi

Selasa, 22 September 2026 14:06
DED Dikoreksi Kementerian PU, Pasar Badak Bakal Dibongkar Total

DED Dikoreksi Kementerian PU, Pasar Badak Bakal Dibongkar Total

Selasa, 22 September 2026 07:27
Pemkot Cilegon Kaji Skema Pemangkasan TPP ASN, Tak Akan Dipukul Rata

Pemkot Cilegon Kaji Skema Pemangkasan TPP ASN, Tak Akan Dipukul Rata

Selasa, 22 September 2026 13:36
Kantor Pertanahan Kabupaten Tangerang Sosialisasikan PERINTIS 10 Hari

Kantor Pertanahan Kabupaten Tangerang Sosialisasikan PERINTIS 10 Hari

Selasa, 22 September 2026 10:58
Update Arus Mudik Pelabuhan Ciwandan 17 Maret 2026: Penumpang Tembus 10.987 Orang

Update Arus Mudik Pelabuhan Ciwandan 17 Maret 2026: Penumpang Tembus 10.987 Orang

Selasa, 17 Maret 2026 13:21
Wakil Ketua DPRD Pandeglang Siap Gaji dan Tunjangan Dipangkas Demi Selamatkan Negara

Wakil Ketua DPRD Pandeglang Siap Gaji dan Tunjangan Dipangkas Demi Selamatkan Negara

Selasa, 17 Maret 2026 13:06

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Universitas Esa Unggul

Dari Kampus ke Masyarakat, Mahasiswa Farmasi Universitas Esa Unggul Praktikkan Ilmu Kesehatan di Senen

by Imay indari
Selasa, 22 September 2026 20:38
0

KOTA JAKARTA, RADARBANTEN.CO.ID - Pembelajaran farmasi tidak berhenti pada penguasaan obat dan ilmu kefarmasian di ruang kelas. Melalui Praktik Farmasi...

Universitas Esa Unggul

Hibah COCOON Dorong Universitas Esa Unggul Kembangkan Riset Prediabetes

by Imay indari
Selasa, 22 September 2026 20:30
0

KOTA JAKARTA, RADARBANTEN.CO.ID - Sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan penelitian, Universitas Esa Unggul menyelenggarakan Pelatihan Penggunaan Perangkat COCOON bagi seluruh...

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2026 RadarBanten.