CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Wali Kota Cilegon, Robinsar angkat bicara terkait lima aparatur sipil negara (ASN) yang terindikasi positif narkoba usai menjalani tes urine oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Cilegon.
Meski mengaku belum membaca laporan resmi secara rinci, Robinsar menyebut kelima ASN itu kemungkinan besar hanya korban.
“Saya juga belum tau jelasnya. Nanti kita dalami, karena prinsipnya kita ingin lihat statusnya juga. Lima orang ini apa sih statusnya? Korban atau pelaku? Maksud saya pelaku itu kan pengedar atau pemakai,” ujar Robinsar saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (6/5).
Ia menegaskan belum bisa berbicara banyak karena belum membaca laporan detail dari Badan Narkotika Nasional (BNN) maupun Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKSDM).
“Saya yakin mereka korban, bukan pelaku. Itu juga jadi tanggung jawab kita untuk bisa melindungi,” tambahnya.
Namun, Robinsar menegaskan, bila terbukti ada pelanggaran, Pemkot Cilegon siap bertindak sesuai aturan.
“Saya tidak mau saya bicara, takutnya salah. Tapi pada prinsipnya, kalau memang ada aturan yang harus ditegakkan, ya kita tegakkan bersama-sama,” kata Robinsar.
Wali kota juga menyampaikan bahwa kasus ini harus menjadi pengingat bagi seluruh ASN agar menjauhi narkoba. Robinsar berharap ke depan, kejadian seperti ini tidak terulang dan semua pihak lebih berhati-hati.
“Saya belum baca detailnya. Belum sampai ke meja saya. Tapi nanti kita cek lagi, supaya jelas,” tutupnya.
Sebelumnya, kabar lima ASN Cilegon terindikasi positif narkoba mencuat ke publik. Namun hingga kini, BNN masih enggan memberikan keterangan resmi dan menyebut informasi tersebut belum disampaikan secara publik.
Editor: Bayu Mulyana











