PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Motor listrik kini makin diminati masyarakat Indonesia. Selain lebuh ramah lingkungan, kendaraan ini juga disebut lebih hemat dibanding motor berbahan bakar bensin.
Awalnya, pasar motor listrik di Tanah Air didominasi merek asal China. Namun seiring meningkatnya permintaan, produsen asal Jepang dan Eropa ikut meramaikan persaingan dengan menghadirkan motor listrik andalan mereka.
Banyaknya pilihan ini kerap bikin calon pembeli kebingungan. Padahal, baik produk dari China, Jepang, maupun Eropa, semuanya punya kelebihan dan kekurangan masing-masing.
Kuncinya, Anda harus tahu apa yang dibutuhkan.
Berikut lima tip penting yang bisa jadi pertimbangan sebelum membeli motor listrik:
1. Perhatikan jangkauan berkendara.
Jangkauan atau jarak tempuh adalah faktor utama dalam memilih motor listrik.
Pastikan motor yang Anda incar mampu menempuh jarak sesuai kebutuhan harian.
Misalnya, jika Anda rutin bepergian antarkota, tentu tak cocok memilih motor listrik yang hanya mampu menempuh 20 km per sekali cas.
Sebaliknya, jika hanya digunakan untuk ke kantor atau belanja di sekitar rumah, motor dengan jangkauan lebih pendek bisa jadi cukup.
Beberapa model motor listrik ukuran besar bisa menempuh hingga 250 mil (sekitar 400 km) dalam sekali pengisian daya. Sementara, model kecil hanya mampu sekitar 60 mil (sekitar 96 km).
Pertimbangkan juga faktor lain seperti medan jalan, cuaca, serta berat pengendara dan barang bawaan, karena semua itu bisa memengaruhi daya jelajah motor.
2. Cek daya, torsi, dan kecepatan.
Faktor berikutnya yang wajib diperhatikan adalah daya, torsi, dan kecepatan motor listrik.
Torsi berperan penting dalam akselerasi. Semakin tinggi torsi, semakin cepat motor bisa melaju dari posisi diam.
Ini jadi nilai plus buat Anda yang butuh motor lincah di jalanan padat atau menanjak.
Sementara itu, kecepatan maksimal motor listrik dipengaruhi oleh daya mesin dan berat kendaraan.
Semakin besar dayanya, semakin cepat pula motor dapat melaju dan mempertahankan kecepatan tinggi.
Beberapa model motor listrik bahkan bisa menembus kecepatan hingga 150 mph (sekitar 240 km/jam), namun tentu tidak semua dibekali kemampuan ini. Maka, pastikan untuk mengecek spesifikasi teknis sebelum memutuskan beli.
3. Perhatikan daya tahan dan jenis baterai.
Baterai adalah ‘jantung’ motor listrik. Tanpa baterai yang mumpuni, performa motor Anda bisa drop.
Pilihlah motor dengan kapasitas baterai yang sesuai kebutuhan harian.
Perhatikan juga daya puncaknya yakni daya maksimum yang bisa dikeluarkan tanpa merusak baterai. Ini bisa berbeda tergantung jenis baterainya.
Secara umum, ada tiga tipe baterai motor listrik: nikel-kadmium, timbal-asam, dan lithium-ion.
Di antara ketiganya, lithium-ion dikenal paling unggul dari segi efisiensi dan daya tahan, meski harganya lebih mahal.
Ingat, makin besar kapasitas baterai, makin mahal juga harga motor listriknya.
Jadi, sesuaikan spesifikasi dengan kebutuhan dan bujet Anda.
4. Pilih jenis rem sesuai kebutuhan.
Kebanyakan motor listrik masih menggunakan rem tromol sebagai fitur standar.
Namun, beberapa model kelas menengah ke atas sudah dibekali rem cakram, bahkan sistem pengereman canggih seperti ABS (Anti-Lock Braking System).
Kalau Anda pengendara yang gemar touring atau sering melewati jalur offroad, sistem pengereman jadi hal penting yang perlu diperhatikan.
Pastikan motor punya sistem rem yang bisa diandalkan di berbagai kondisi jalan.
5. Perhatikan layanan servis dan aftersales.
Jangan hanya tergiur desain dan fitur. Layanan servis dan aftersales juga wajib masuk daftar pertimbangan sebelum beli motor listrik.
Pilihlah merek yang punya jaringan servis luas dan ketersediaan suku cadang yang mudah. Ini akan memudahkan Anda saat butuh perawatan atau perbaikan.
Selain itu, pilih motor dari merek yang punya reputasi baik dan nilai jual kembali tinggi.
Kalau suatu saat ingin ganti model, Anda tak kesulitan menjualnya kembali.
Editor: Agus Priwandono











